Pemerintahan

Dorong Scientific Policing dan Reformasi Pendidikan, Wakapolri Dedi Prasetyo Raih Penghargaan Unissula

1301
×

Dorong Scientific Policing dan Reformasi Pendidikan, Wakapolri Dedi Prasetyo Raih Penghargaan Unissula

Sebarkan artikel ini

Jakarta – analisapublik.id | Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menerima penghargaan The Visionary Leader of National Security dari Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor Unissula, Prof. H. Gunarto, saat berkunjung ke Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). Penganugerahan itu menjadi bentuk pengakuan akademik atas peran Dedi dalam mendorong reformasi kelembagaan dan pembenahan pendidikan di lingkungan Polri.

Gunarto menilai sejumlah kebijakan yang dijalankan di bawah koordinasi Wakapolri telah membawa pendekatan baru dalam pembangunan institusi kepolisian. Perubahan tersebut tidak hanya menyentuh struktur organisasi, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dalam penanganan persoalan keamanan.

“Keamanan nasional harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi,” kata Gunarto.

Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri, pengembangan Laboratorium Sosial di Akademi Kepolisian, serta rencana transformasi STIK-PTIK menjadi Universitas Kepolisian.

Polri juga membangun jejaring Pusat Studi Kepolisian bersama 77 perguruan tinggi di Indonesia. Kerja sama tersebut dibarengi pembaruan kurikulum pendidikan kepolisian yang menempatkan hak asasi manusia, kepemimpinan, dan pelayanan publik sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.

Di bidang penegakan hukum, peningkatan kompetensi penyidik dilakukan melalui program sertifikasi nasional. Langkah itu dinilai penting karena tantangan kepolisian terus berkembang, mulai dari kejahatan siber, perdagangan orang, hingga tindak pidana yang menyasar perempuan dan anak.

Menurut Gunarto, kepemimpinan yang visioner tidak cukup hanya mampu menjawab persoalan hari ini. Seorang pemimpin juga harus mempersiapkan institusi agar mampu menghadapi perubahan teknologi, pola kejahatan, dan dinamika keamanan lintas negara.

Wakapolri Dedi Prasetyo menyampaikan penghargaan tersebut bukan semata-mata ditujukan kepadanya, melainkan menjadi apresiasi bagi seluruh personel Polri yang terlibat dalam proses pembenahan institusi.

“Transformasi Polri tidak mungkin dilakukan sendiri,” ujar Dedi.

Ia menegaskan, kemitraan dengan perguruan tinggi diperlukan agar kebijakan kepolisian, sistem pendidikan, dan proses penegakan hukum semakin didukung hasil riset serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi akademik juga diharapkan dapat memperkuat profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap Polri.

Nama Dedi sebelumnya telah diumumkan sebagai penerima The Visionary Leader of National Security dalam rangkaian Milad Ke-63 Fakultas Hukum Unissula pada 23 Mei 2026. Penghargaan itu diberikan bersama sejumlah anugerah kepada tokoh nasional lain yang dinilai berkontribusi dalam bidang hukum, pemerintahan, dan keamanan.

Sebagai tindak lanjut kerja sama antara Polri dan kalangan akademisi, Dedi dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam Seminar Internasional Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang yang digelar Unissula pada 30 Juli 2026.

Forum tersebut direncanakan menghadirkan delegasi dari 18 negara di lima benua untuk membahas strategi menghadapi kejahatan transnasional, terutama perdagangan orang serta kejahatan terhadap perempuan dan anak.

Editor: Respati
Sumber: Divisi Humas Polri

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.