Dok. Ilustrasi infografis doa melunasi utang yang memuat bacaan Arab, latin, dan terjemahan, disajikan dalam desain 4D format 16:9 dengan visual masjid, lentera, serta simbol rezeki dan keberkahan.
Doa Melunasi Utang, Ini Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Fenomena doa pelunas utang kembali ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Salah satu doa yang banyak beredar berisi permohonan kepada Allah dengan menyebut Asmaul Husna dan pengakuan tauhid.
Berikut susunan doa tersebut dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya.
Teks Arab:
اللهم إني أسألك بأسمائك الحسنى
وصفاتك العلى
بأني أشهد أنك أنت الله
لا إله إلا أنت الأحد الصمد
لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد
Teks Latin:
Allahumma inni as’aluka bi asma’ikal husna
wa shifatikal ‘ulya
bi anni asyhadu annaka antalLah
la ilaha illa anta al ahadus shamad
lam yalid wa lam yulad
wa lam yakun lahu kufuwan ahad
Arti Terjemahan:
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan nama-nama-Mu yang indah
dan sifat-sifat-Mu yang tinggi
bahwa aku bersaksi Engkau adalah Allah
tidak ada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Esa, tempat bergantung
tidak beranak dan tidak diperanakkan
dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya
Dalam versi yang beredar, doa tersebut ditambahkan permohonan rezeki dalam jumlah besar, seperti permintaan 100 miliar rupiah, dengan harapan diberikan secara halal dan penuh keberkahan, disertai ungkapan “Kun Fayakun” yang berarti “Jadilah, maka terjadilah.”
Secara substansi, doa ini berisi penguatan tauhid dan pengagungan terhadap Allah sebelum menyampaikan hajat. Dalam ajaran Islam, adab berdoa memang dianjurkan dengan memuji Allah terlebih dahulu, lalu menyampaikan permohonan secara spesifik dan penuh keyakinan.
Permohonan pelunasan utang juga dikenal dalam doa-doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, di antaranya doa agar diberi kecukupan dan dijauhkan dari lilitan utang.
Doa menjadi ikhtiar spiritual. Namun dalam praktiknya, pelunasan utang juga menuntut langkah nyata seperti perencanaan keuangan, kerja keras, dan komitmen membayar kewajiban sesuai kesepakatan.
Masyarakat diimbau memahami doa sebagai bagian dari usaha, bukan pengganti usaha. Kombinasi ikhtiar lahir dan batin menjadi prinsip utama dalam menyelesaikan persoalan keuangan.






