SURABAYA, analisapublik.id — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menanggulangi krisis air bersih yang melanda korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah titik pengungsian dan pemukiman warga pada Selasa (23/12/2025).
Langkah ini diambil menyusul lumpuhnya infrastruktur sanitasi di beberapa wilayah pasca-terjangan banjir. Menggunakan satu unit truk tangki bernomor polisi B 9510 SLA, tim PMI menyisir tujuh lokasi strategis di wilayah Kota Kuala Simpang dan Kecamatan Karang Baru untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Menyisir Titik Terisolasi
Distribusi air bersih yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini menyasar area-area dengan tingkat kebutuhan mendesak, di antaranya Dusun Lorong Satu di Desa Perdamaian, Posko SMPN 2 Kuala Simpang, dan Dusun Tiga di Desa Sriwijaya.
Selain itu, bantuan juga menjangkau warga di Dusun Kota Lintang Bawah, Gang Masjid, Gang Lorong PMI, hingga Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) di Desa Madang Ara.
“Ketersediaan air bersih adalah kebutuhan paling krusial pascabencana untuk mencegah munculnya penyakit kulit dan pencernaan. Kami fokus mendukung kebutuhan konsumsi serta sanitasi warga,” ujar Ahmad Rifai, Koordinator Tim WASH PMI Provinsi Jawa Timur, saat dihubungi pada Kamis (25/12/2025).
Menembus Kendala di Lapangan
Meski aliran PDAM di sebagian wilayah dilaporkan mulai berdenyut kembali, Rifai yang juga menjabat sebagai Kasubid Penanggulangan Bencana PMI Jawa Timur menegaskan bahwa suplai tambahan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi.
“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang luput dari akses air layak selama masa tanggap darurat,” tambahnya.
Namun, misi kemanusiaan ini bukan tanpa hambatan. Di lapangan, tim relawan gabungan PMI Jawa Timur dan Aceh Tamiang harus berhadapan dengan kondisi teknis kendaraan, di mana ban belakang armada tangki dinilai sudah tidak layak jalan. Selain itu, kepadatan arus lalu lintas di kawasan Pasar Bendahara dan Pasar Kota Kuala Simpang sempat menghambat laju distribusi.
Hingga saat ini, PMI Jawa Timur terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat. Komitmen penyaluran air bersih akan terus dipertahankan hingga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang kembali pulih sepenuhnya.
(Res)






