Jatim

Camat Sendang Tulungagung Ajak Santri Jadi Benteng Agama dan Penjaga Kerukunan pada HSN 2026

2686
×

Camat Sendang Tulungagung Ajak Santri Jadi Benteng Agama dan Penjaga Kerukunan pada HSN 2026

Sebarkan artikel ini

Camat Sendang Tulungagung mengajak santri memperkuat akhlak, menjaga tradisi keagamaan, dan merawat kerukunan masyarakat pada HSN 2026.

Tulungagung, Analisapublik.id – Pemerintah Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan mengajak para santri memperkuat akhlak, menjaga tradisi keagamaan, serta berperan aktif menciptakan ketenteraman masyarakat melalui apel di Lapangan Tunjung Biru, Desa Geger, Kamis 22 Oktober 2026.

Peringatan bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” tersebut dipimpin Camat Sendang Novi Cahyo Putranto, S.STP., M.M., selaku pembina apel.

Kegiatan dihadiri Sekretaris Kecamatan Sendang beserta jajaran, Kapolsek Sendang, Danramil Sendang, para kepala desa se-Kecamatan Sendang, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), anggota Banser, Ansor, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Novi menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum memperkuat identitas santri sebagai generasi yang menjaga nilai keagamaan, tradisi ulama, dan kehidupan sosial yang harmonis.

Menurutnya, santri memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menjaga persatuan, memperkuat persaudaraan, dan mengamalkan ajaran agama secara konsisten.

Baca Juga:  Plt Bupati Tulungagung Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Perkuat Akhlak pada HSN 2026

Novi juga mengajak seluruh peserta memperkuat spiritualitas melalui selawat sekaligus meneguhkan komitmen menjaga ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah.

Ia menilai santri masa kini harus memiliki kemampuan yang seimbang antara penguasaan ilmu agama, kecerdasan, akhlak, dan keterampilan berorganisasi.

“Tetapi, mereka harus pintar ngaji, kuat dalam pemahaman agama dan cakap dalam berorganisasi. Inilah bekal menjadi pemimpin masa depan yang mampu menjaga tradisi ulama sekaligus menjawab tantangan zaman,” ujar Novi.

Kemampuan tersebut dinilai penting agar santri tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu menghadapi perubahan sosial dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Novi menekankan bahwa penguatan karakter harus menjadi bagian dari pendidikan santri, termasuk membangun sikap toleran, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sosial.

Dalam kehidupan bermasyarakat, santri diharapkan mampu menjadi penggerak perdamaian sekaligus menjaga hubungan harmonis antarkelompok.

“Bahkan, santri harus menjadi benteng ulama, benteng agama dan sekaligus penjaga ketertiban dan ketenteraman umum,” tandasnya.

Menurut Novi, identitas tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar nilai-nilai keagamaan dan tradisi yang telah berkembang di tengah masyarakat tetap terpelihara.

Baca Juga:  Hari Santri 2026, Ketua Umum PRKB Imam Buhori Ajak Pemuda Perkuat Persatuan dan Pengabdian

“Itulah yang harus menjadi identitas santri, kondisi itu, harus terus dirawat dan dijaga secara turun temurun sebagai tradisi,” pintanya.

Selain menekankan pendidikan karakter, Novi mengajak santri memperkuat semangat gotong royong dan ukhuwah Islamiyah sebagai landasan membangun kehidupan masyarakat yang damai.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Rangkaian peringatan HSN 2026 di Kecamatan Sendang turut dimeriahkan kirab Bendera Merah Putih dan penampilan drumben dari Muslimat NU Kecamatan Sendang.

Panitia juga menyediakan berbagai hadiah undian, antara lain tiga ekor kambing, paket sembako, dan ban sepeda motor untuk menambah semarak kegiatan.

Melalui peringatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Sendang berharap semangat Hari Santri dapat memperkuat hubungan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta ketenteraman wilayah.

Novi menegaskan bahwa kegiatan selawat bersama menjadi bagian dari penguatan spiritual agar santri tetap konsisten menjaga agama, bangsa, dan nilai-nilai ke-NU-an dalam kehidupan bernegara.

Baca Juga:  Hari Santri Nasional 2026, Kapolresta Sidoarjo Ajak Santri Tertib Lalu Lintas

Peringatan HSN 2026 di Sendang sekaligus menjadi pengingat bahwa peran santri tidak berhenti pada pendidikan keagamaan, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial dalam menjaga kerukunan, melestarikan tradisi, dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Reporter: Andi S

Redaktur: Aris Setyoadji

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.