HeadlinePemerintahan

BRIDA dan IKA ITS Gelar Sumenep Technolab 2025: Cetak Inovator Robotika Tepat Guna Sejak SMP/SMA

×

BRIDA dan IKA ITS Gelar Sumenep Technolab 2025: Cetak Inovator Robotika Tepat Guna Sejak SMP/SMA

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, analisapublik.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (IKA ITS) menggelar Sumenep Technolab 2025. Kegiatan ini dihelat untuk menyalakan semangat inovasi di kalangan pelajar.

Mengangkat tema “Menyalakan Inovasi, Melayani Tanpa Batas,” acara ini diisi dengan Workshop dan Kontes Robot Teknologi Tepat Guna bagi siswa SMP dan SMA sederajat.

Workshop dan kontes robot yang diikuti sebanyak 23 tim dari berbagai sekolah ini dibuka langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Sumenep, Benny Irawan, di Aula Diskominfo, pada Sabtu (27/9/2025). Kegiatan akan berlangsung selama dua hari, hingga 28 Oktober 2025.

“Untuk periode ini kami fokus pada pelatihan dan kontes robot teknologi tepat guna bagi siswa SMP dan SMA sederajat. Ini penting untuk memberikan ruang eksplorasi kreativitas,” ungkap Benny.

Benny menjelaskan, robotika merupakan gabungan dari sains, matematika, dan IPA yang diajarkan di sekolah. Namun, melalui ajang ini, siswa dirangsang untuk lebih kreatif dan menggunakan nalar mereka dalam memecahkan masalah.

Ia menekankan bahwa peserta diminta fokus pada konsep teknologi tepat guna, alih-alih robot yang hanya bisa main bola.

“Diharapkan robotika ini bisa menjadikan sebuah robot yang lebih kepada teknologi tepat guna, bukan sekadar robot yang bisa main bola memasukkan ke gawang. Tapi, lebih kepada tepat guna,” ujarnya.

Siswa didorong untuk memikirkan ide kreatif, seperti mendesain robot yang dapat diperintah, memilah barang (organik/non-organik), atau memiliki fungsi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

“Inovasi tidak perlu mahal, tapi bagaimana memilih ide kreatif membuat robotika yang memberi dampak positif. Minimal memiliki daya pikir dan nalar yang bisa mencetuskan sebuah ide,” tandas Benny, yang juga alumnus ITS.

Benny memaparkan, proses kontes ini tidak instan. Dalam dua hari ini, peserta mendapatkan paparan teori dan praktik dari instruktur atau narasumber. Setelah workshop, peserta mendapatkan PR yang harus mereka kerjakan secara mandiri di sekolah.

BRIDA juga menyediakan waktu khusus untuk konsultasi di Kantor BRIDA pada 10 dan 17 Oktober 2025.

Tahap selanjutnya, peserta akan mempresentasikan atau memaparkan karya yang sudah dirancang pada 20 dan 21 Oktober 2025. Dari presentasi ini, akan ditetapkan lima predikat terbaik yang kemudian diberikan penghargaan oleh Bupati Sumenep pada 24 Oktober 2025.

Benny menambahkan, gerakan BRIDA dan IKA ITS dalam giat berinovasi ini dimulai sejak dini untuk memajukan Kabupaten Sumenep. “Sejak dini mereka bisa berinovasi berangkat dari masalah yang bisa dipecahkan hingga berwujud inovasi dan ada dampak yang harus bermanfaat sebagai bagian dari gerakan inovasi bersama,” pungkasnya.

(Res)

 

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.