Menaker Yassierli meminta BRI menambah kuota MagangHub di daerah. Sebanyak 133 alumni telah bekerja dan peserta angkatan II mencapai 783 orang.
Jakarta, Analisapublik.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) memperluas persebaran dan menambah kuota peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) di kantor cabang daerah saat meninjau pelaksanaan pemagangan angkatan II, Jumat 23 Oktober 2026.
Yassierli menilai jaringan kantor BRI yang tersebar di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memberikan kesempatan peningkatan kompetensi bagi peserta magang di luar Jakarta.
Dalam kunjungannya, Menaker berdialog dengan peserta dan mentor untuk mengevaluasi pelaksanaan program, termasuk pembelajaran, praktik kerja, serta persiapan sertifikasi profesi.
“Tadi kita sudah bertemu, mendapatkan feedback juga secara langsung bagaimana pelaksanaan magang. Mentor luar biasa. Mentor sangat membantu merancangkan program secara detail. Enam bulan itu adik-adik magangnya akan belajar apa, akan praktik apa, akan mengelola project apa sehingga sampai akhir bulan yang keenam nanti mereka bisa mengikuti sertifikasi profesi,” kata Yassierli.
BRI tercatat mengikuti MagangHub sejak angkatan I dengan menerima 571 peserta, kemudian meningkatkan jumlahnya menjadi 783 orang pada angkatan II.
Dari peserta angkatan I, sebanyak 133 alumni telah memperoleh pekerjaan di BRI.
Meski mengapresiasi pelaksanaan program tersebut, Yassierli meminta perusahaan memperbesar daya tampung dan membuka kesempatan lebih luas bagi peserta di berbagai daerah.
“Tentu saya mengucapkan terima kasih kepada BRI. Walaupun tadi saya nitip sepertinya dari segi kuota BRI masih bisa ya menerima, karena kita juga ingin tidak hanya magang itu numpuk di Jakarta, BRI punya cabang seluruh Indonesia dan kita berharap adik-adik kita yang di daerah juga bisa mendapatkan pengalaman dari ekosistem BRI,” katanya.
Selain pemerataan peserta, Kemnaker memperkuat kebijakan pemagangan yang memberikan kesempatan kepada lulusan baru penyandang disabilitas untuk mengikuti program mulai 2026.
“Jadi kita harapkan BRI juga mendukung kebijakan inklusivitas ini, karena setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses peningkatan kompetensi,” tegasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Yassierli juga berdiskusi dengan Naura Amera, alumni MagangHub angkatan I yang kini bekerja di Departemen Partnership, Human Capital Service Group BRI.
Naura menjelaskan bahwa kompetensi, inisiatif, kemauan belajar, dan kemampuan menunjukkan potensi diri menjadi bekal penting agar peserta magang memiliki peluang direkrut perusahaan.
“Jadi mungkin bagi kita Gen Z zaman sekarang perlu adanya rebranding, bagaimana cara kami, mempresentasikan kepribadian kami, kompetensi kami, dan karakter positif kami agar lebih menarik lagi di mata para rekruter begitu,” jelas Naura.
Menurut Naura, peserta juga perlu memanfaatkan masa pemagangan untuk memahami proses kerja dan tanggung jawab pada setiap bagian perusahaan.
“Dari tim leader saya sendiri itu mengajarkan kami semua untuk berproses dari awal bagaimana caranya grup ini bekerja, berproses, kemudian bagaimana untuk job desk yang ada di departemen itu seperti apa. Jadi saya jadi mengerti apa sih yang harus saya lakukan sampai akhirnya sekarang saya juga sudah menjadi pekerja di BRI,” ujarnya.
Melalui perluasan kuota dan penempatan peserta di kantor cabang daerah, Kemnaker berharap MagangHub dapat memberikan akses pengalaman kerja yang lebih merata, termasuk bagi lulusan baru penyandang disabilitas.
Reporter: Rijen Senario
Redaktur: Aris Setyoadji




