SURABAYA, ANALISA PUBLIK — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu 2 terus melaksanakan pemeliharaan berkala Jembatan Surabaya–Madura (Suramadu) di titik P-48 arah Madura. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan Oktober 2026.
Kegiatan preservasi ini bertujuan mempertahankan keandalan struktur jembatan sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintasi jalur penghubung strategis Pulau Jawa dan Madura.
Pelaksanaan pekerjaan berada di bawah koordinasi Kepala Satuan Kerja Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu, Suparyanto, S.T., M.Sc., dengan penanganan teknis oleh PPK Suramadu 2, Benny Kurniawan, S.T., M.T.
Berdasarkan informasi pekerjaan BBPJN Jawa Timur–Bali, penanganan dilakukan secara bertahap, mulai pembongkaran sambungan jembatan lama, pengangkutan dan pemasangan komponen modular, pembesian, hingga pekerjaan proteksi struktur.
Tahapan selanjutnya mencakup pengecoran beton, penyelesaian permukaan, perawatan beton, serta pemasangan karet penyekat atau seal pada sistem sambungan jembatan (expansion joint).
Komponen tersebut berfungsi mengakomodasi pergerakan struktur akibat perubahan suhu dan beban kendaraan. Karena itu, pemeliharaan menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi konstruksi dan kenyamanan kendaraan saat melintasi sambungan jembatan.
Keselamatan Pengguna Jalan Diutamakan
Selama proses pemeliharaan, pengaturan lalu lintas menjadi perhatian untuk menjaga keselamatan pekerja dan pengendara sekaligus mengurangi potensi gangguan perjalanan.
Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan, memperhatikan rambu peringatan, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas ketika melintasi kawasan pekerjaan.
BBPJN Jawa Timur–Bali mengupayakan penyelesaian pekerjaan pada pertengahan Oktober 2026 dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan aspek keselamatan.
Melalui pemeliharaan berkelanjutan, Jembatan Suramadu diharapkan tetap aman, nyaman, dan andal dalam menunjang mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian antara Jawa dan Madura.
Reporter: Rijen Senario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan






