Ekbis

Impor Jatim Melonjak 16,56 Persen, Ekspor Turun

27
×

Impor Jatim Melonjak 16,56 Persen, Ekspor Turun

Sebarkan artikel ini
: Aktivitas bongkar muat peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Foto: Adi/AP)

SURABAYA, Analisapublik.id – Kinerja perdagangan luar negeri Jawa Timur sepanjang Januari-Juli 2026 bergerak berlawanan. Nilai ekspor Jatim turun 5,33 persen, sementara impor justru melonjak 16,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Jawa Timur, nilai ekspor Jatim Januari-Juli 2026 mencapai US$16,08 miliar, turun dibandingkan periode yang sama 2025 yang mencapai US$16,99 miliar. Pada periode yang sama, nilai impor mencapai US$19,52 miliar, meningkat dari US$16,74 miliar pada 2025.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan kenaikan impor terjadi pada komoditas migas maupun nonmigas.

“Sejalan dengan itu, nilai impor migas dan nonmigas naik,” kata Herum dalam keterangan BPS yang dikutip ANTARA, Selasa (1/9/2026).

BPS mencatat impor nonmigas sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$15,91 miliar, naik 14,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$13,94 miliar.

Sementara impor migas meningkat 28,48 persen, dari US$2,81 miliar menjadi US$3,61 miliar. Impor minyak mentah naik 22,34 persen menjadi US$387,90 juta, sedangkan impor hasil minyak meningkat 30,53 persen menjadi US$2,35 miliar. Data tersebut bersumber dari BPS Jawa Timur dan dikutip ANTARA.

Dari sisi ekspor, penurunan terutama terjadi pada kelompok nonmigas dan migas. BPS mencatat ekspor nonmigas Januari-Juli 2026 mencapai US$15,90 miliar, turun 4,43 persen dibandingkan periode yang sama 2025.

Ekspor migas bahkan turun lebih dalam, yakni 48,07 persen, dari US$349,45 juta menjadi US$181,47 juta.

Meski secara total mengalami penurunan, sejumlah komoditas ekspor masih mencatat pertumbuhan. Ekspor tembaga, misalnya, meningkat 39,51 persen menjadi US$2,08 miliar. Ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati juga naik 28,41 persen menjadi US$1,67 miliar.

BPS juga mencatat ekspor olahan ikan, krustasea dan moluska meningkat 17,04 persen menjadi US$503,70 juta. Sebaliknya, ekspor perhiasan dan permata turun 54,17 persen menjadi US$1,73 miliar. Data komoditas tersebut tercantum dalam publikasi BPS Jawa Timur mengenai perkembangan ekspor dan impor Juli 2026.

Tekanan perdagangan semakin terlihat pada Juli 2026. Nilai ekspor Jatim pada bulan tersebut mencapai US$2,65 miliar atau turun 9,15 persen dibandingkan Juli 2025. Sementara impor mencapai US$3,01 miliar atau meningkat 19,50 persen secara tahunan.

Dengan ekspor US$16,08 miliar dan impor US$19,52 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, Jawa Timur mencatat defisit perdagangan sekitar US$3,44 miliar. BPS mencatat kondisi tersebut sebagai defisit neraca perdagangan Jawa Timur pada periode tersebut. (*)

Reporter: Adi C.

Editor: Wetli H. Ali

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.