Jatim

Beras Premium Lampaui HET, Satgas Pangan Jatim Telusuri Jalur Distribusi

3687
×

Beras Premium Lampaui HET, Satgas Pangan Jatim Telusuri Jalur Distribusi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, ANALISA PUBLIK – Satgas Pangan Polda Jawa Timur menelusuri rantai distribusi beras premium setelah menemukan sejumlah merek dijual melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di Pasar Pucang, Surabaya.

Penelusuran dilakukan untuk mengetahui titik terjadinya kenaikan harga sebelum beras sampai ke tangan pengecer dan konsumen.

Temuan tersebut diperoleh saat Satgas Pangan Polda Jatim bersama Perum Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak di Pasar Pucang, Senin (7/9/2026).

Pengecekan dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan sekaligus memantau pergerakan harga beras dan Minyakita di tingkat pedagang.

Tim gabungan menyisir sejumlah lapak setelah muncul informasi mengenai kenaikan harga beras premium di pasaran.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim sekaligus Kasatgas Pangan Jatim Kombes Pol Dodi Ruyatman mengatakan, pengecekan langsung diperlukan untuk mendapatkan gambaran riil mengenai kondisi pasokan dan harga di lapangan.

“Satgas Pangan turun bersama untuk mengecek suplai beras, terutama varian premium. Kami mengonfirmasi adanya informasi mengenai kelangkaan dan tingginya harga beras premium di pasar,” ujar Kombes Pol Dodi Ruyatman.

Dari hasil pemantauan, stok beras premium di Pasar Pucang masih relatif tersedia. Sejumlah merek juga ditemukan dipasarkan sesuai ketentuan harga yang berlaku.

Namun, petugas menemukan beberapa merek beras premium dijual melampaui HET.

Temuan itu langsung ditindaklanjuti dengan pendalaman terhadap jalur distribusi. Ditreskrimsus Polda Jatim akan menelusuri asal barang hingga tingkat pemasok untuk mengetahui penyebab harga meningkat ketika sampai di pedagang.

“Kami akan menelusuri dari mana asal pasokan beras yang dijual di atas HET ini. Kita harus tahu rantai distribusinya hingga harganya bisa melonjak di tingkat pedagang,” tegas Dodi.

Satgas Pangan juga memperluas pengawasan terhadap kemungkinan adanya manipulasi komoditas maupun penyimpangan dalam proses distribusi.

Salah satu modus yang menjadi perhatian petugas ialah kemungkinan beras medium dikemas ulang menggunakan kemasan beras premium untuk memperoleh keuntungan lebih besar.

Meski demikian, berdasarkan pemeriksaan sementara, praktik tersebut belum ditemukan di Pasar Pucang.

“Kami memonitor ketat potensi perilaku menyimpang dari oknum pengusaha. Misalnya, memanipulasi beras medium menjadi kemasan beras premium. Namun, khusus di Pasar Pucang hari ini, kami belum menemukan indikasi kecurangan tersebut. Monitoring akan terus kami lakukan secara berkala,” jelasnya.

Sementara itu, Perum Bulog memastikan distribusi beras di Jawa Timur masih berjalan normal. Pasokan beras premium juga disebut tetap tersedia di pasaran.

Bulog terus menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai salah satu instrumen menjaga ketersediaan sekaligus meredam gejolak harga.

“Suplai dari kami lancar dan beras premium tetap tersedia di pasar. Selain itu, beras SPHP terus kami gelontorkan secara masif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di seluruh wilayah Jawa Timur,” kata perwakilan Bulog.

Bulog menilai pergerakan harga beras premium saat ini antara lain dipengaruhi faktor musiman setelah volume produksi menurun seusai periode panen raya.

Selain beras, tim gabungan turut mengecek ketersediaan Minyakita. Berdasarkan hasil pemantauan, pasokan minyak goreng tersebut masih dinyatakan aman di tingkat hilir.

Harga Minyakita dari Bulog disebut berada di angka Rp15.700. Pengawasan terhadap distribusi dan harga akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan terjangkau.

Satgas Pangan Polda Jatim memastikan pemantauan tidak berhenti pada sidak di Pasar Pucang. Penelusuran terhadap beras premium yang ditemukan dijual melampaui HET akan dilanjutkan hingga ke tingkat pemasok.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab kenaikan harga sekaligus memastikan tidak terdapat praktik distribusi maupun manipulasi komoditas yang berpotensi merugikan konsumen.

Reporter: Bhayu Indarto
Editor: Respati

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.