TRENGGALEK, ANALISAPUBLIK.ID – Pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan hasil monitoring hingga Agustus 2026, progres kumulatif pekerjaan Paket I, II, dan III telah mencapai 85,642 persen.
Data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mencatat, pekerjaan Paket II telah mencapai 100 persen. Sementara progres Paket I mencapai 87,788 persen dan Paket III berada pada angka 61,275 persen.
Khusus Paket III, realisasi pekerjaan tercatat sekitar 2,200 persen lebih tinggi dibandingkan rencana. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Seluruh tahapan pekerjaan terus dilaksanakan dengan memperhatikan target waktu, mutu konstruksi, serta ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Bendungan Bagong merupakan salah satu infrastruktur strategis sumber daya air yang diproyeksikan memperkuat ketahanan air sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.
Setelah beroperasi optimal, bendungan tersebut direncanakan mampu mendukung layanan irigasi seluas 977 hektare. Keberadaannya diharapkan meningkatkan keandalan pasokan air bagi kawasan pertanian, terutama dalam menjaga produktivitas lahan saat musim kemarau.
Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Bagong juga diproyeksikan mampu menyediakan air baku sebesar 153 liter per detik guna menunjang kebutuhan masyarakat.
Bendungan tersebut juga memiliki fungsi dalam mendukung pengendalian banjir di wilayah Trenggalek. Dengan fungsi tersebut, pembangunan Bendungan Bagong tidak hanya berorientasi pada penyediaan air, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan sumber daya air secara terpadu.
BBWS Brantas terus melakukan pengawalan dan monitoring pada setiap tahapan pembangunan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar mutu konstruksi, serta dapat diselesaikan sesuai target.
Pembangunan Bendungan Bagong diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, mulai dari peningkatan layanan irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan perekonomian Kabupaten Trenggalek.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Brantas dalam menghadirkan dan mengelola infrastruktur sumber daya air yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
KEMENPU – Sigap Membangun Negeri untuk Rakyat.












