Surabaya, analisapublik.id |Di tengah gempuran budaya asing yang masuk ke Indonesia, kesenian tari masih diminati oleh anak sekolah dasar. Dengan gerakan yang mudah dipraktikan dan alunan irama yang disenangi, membuat para siswa bersemangat belajar Tari Remo Gagrak Anyar. Inilah yang disampaikan oleh Sariono usai mengajari siswa di SDN Dupak 1 Surabaya.
Pencipta Tari Remo Gagrak Anyar ini menjelaskan gerakan yang dipraktikan merupakan pembenahan dari Tari Remo yang sudah ada. “Hanya saja gerakannya dipersingkat, diperpadat, terus gerakannya ada yang diubah sedikit-sedikit,” jelasnya.
Menurutnya, langkah ini bertujuan agar anak-anak SD bisa dengan mudah menyukai kesenian tari. ”Buat anak SD, saat irama tariannya sudah disenangi pasti anak tersebut semangat dalam belajar. Bila iramanya tidak disukai oleh anak-anak, jelas mereka malas untuk berlatih tari remo. Pasalnya, Tari Remo ini termasuk dalam tarian yang sulit,” rincinya.

Pelestarian budaya lokal Kota Surabaya ini merupakan rangkaian kegiatan yang direaslisasikan oleh sejumlah dosen Universitas Hayam Wuruk Perbanas. Berkolaborasi dengan Sanggar Omah Dhuwur, mereka juga ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional.
Dosen UHW Perbanas, Yudha Delonix Renzina mengatakan kegiatan tersebut salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian budaya melalui kolaborasi dengan masyarakat. ”Ini juga bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara BIMA Kemdiktisaintek Tahun 2026. Salah satu implementasi konsep Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui pemberdayaan seni dan budaya,” terang Yudha saat dikonfirmasi pada Kamis (30/7).
Pada praktiknya di Sanggar Omah Nduwur, Dosen Desain Komunikasi Visual UHW Perbanas ini ingin masyarakat Kota Surabaya khususnya generasi muda mejadi terbantu dalam mempelajari kesenian tari. Yudha bersama tim juga telah menyiap Video Pembelajaran, Buku Modul Ajar, Learning Managament System (LMS), hingga Aplikasi Interaktif Gerakan Tari Remo Gagrak Anyar. “Aplikasi ini memudahkan penari pemula menirukan setiap gerakan Tari Remo yang tersedia pada gambar contoh. Melalui aplikasi ini akan muncul penilaian tingkat akurasi kemiripannya atau Automation Scoring Remo Dance,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap semakin banyak sekolah yang dapat terlibat dalam kegiatan serupa sehingga Tari Remo Gagrak Anyar yang pernah pecahkan Rekor MURI pada tahun 2022 ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terlibat dalam proses pembelajaran yang berkelanjutan. Dengan penguatan ekosistem kebudayaan, nantinya bisa melahirkan generasi muda yang tidak hanya mengenal warisan budaya daerahnya, tetapi juga peduli serta terus menjaga dan mengembangkan kesenian daerah di masa mendatang./AP.






