Sidoarjo – analisapublik.id | Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Surabaya menuntaskan pekerjaan pemeliharaan pada ruas Simpang Lima Krian–Prambon (Link 069), Selasa (23/6). Penanganan dilakukan menggunakan metode patching atau penambalan pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.
Perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai kondisi permukaan jalan yang bergelombang. Kerusakan pada beberapa titik dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas setiap hari di ruas tersebut.
Ruas Simpang Lima Krian–Prambon menjadi salah satu jalur dengan tingkat mobilitas yang cukup tinggi. Jalan ini menghubungkan sejumlah kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi, hingga jalur distribusi barang di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Karena itu, kondisi jalan yang tetap mantap menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat maupun aktivitas logistik.
Tim UPT PJJ Surabaya melakukan penanganan pada bagian-bagian jalan yang mengalami penurunan kualitas perkerasan. Material perbaikan diaplikasikan pada titik-titik yang mengalami gelombang maupun kerusakan permukaan sehingga kembali memiliki tingkat kerataan yang memadai untuk dilalui kendaraan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah 1, Hardianto, S.Tr.T., mengatakan pekerjaan dilakukan segera setelah laporan masyarakat diterima agar kerusakan tidak berkembang menjadi lebih luas.
“Menindaklanjuti laporan masyarakat, perbaikan jalan bergelombang telah kami lakukan dengan cepat. Kini kondisi jalan kembali aman dan laik dilalui. Terima kasih atas peran aktif masyarakat dalam melaporkan kerusakan demi infrastruktur yang lebih baik,” ujar Hardianto.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi jalan menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pemeliharaan infrastruktur. Laporan yang disampaikan memungkinkan petugas melakukan identifikasi lapangan lebih cepat sehingga penanganan dapat segera dijadwalkan sesuai tingkat prioritas.
Berdasarkan hasil pekerjaan di lapangan, kondisi ruas jalan yang sebelumnya bergelombang kini telah kembali rata dan dapat dilalui dengan lebih aman. Penanganan tersebut sekaligus menjadi langkah pemeliharaan untuk mempertahankan tingkat kemantapan jalan provinsi agar tetap memberikan pelayanan optimal kepada pengguna jalan.
Pemeliharaan jalan melalui metode patching merupakan salah satu bentuk penanganan rutin yang diterapkan pada ruas-ruas jalan dengan kerusakan lokal. Metode ini dilakukan dengan memperbaiki bagian perkerasan yang rusak tanpa harus melakukan rekonstruksi pada seluruh badan jalan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih efisien sekaligus meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
Selain memperbaiki kondisi fisik jalan, kegiatan pemeliharaan juga diarahkan untuk memperpanjang umur layanan konstruksi jalan, menekan potensi kerusakan yang lebih besar, serta menjaga kenyamanan berkendara. Penanganan sejak dini dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu kerusakan berkembang hingga memerlukan rehabilitasi berskala besar.
DPU Bina Marga Jawa Timur juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pengawasan infrastruktur jalan dengan melaporkan apabila menemukan kerusakan di ruas jalan provinsi. Informasi dari masyarakat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan prioritas pemeliharaan sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Dengan selesainya pekerjaan pemeliharaan pada ruas Simpang Lima Krian–Prambon, diharapkan aktivitas masyarakat kembali berjalan lebih lancar, sementara aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga seiring upaya pemerintah provinsi mempertahankan kualitas jaringan jalan di Jawa Timur.
Editor: Respati
Sumber: DPU Bina Marga Jawa Timur






