Lumajang, analisapublik.id — Stabilitas distribusi LPG 3 kilogram (kg) di Kabupaten Lumajang terus dijaga melalui penguatan pengawasan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan LPG bersubsidi tetap merata dan tepat sasaran.
Upaya pengendalian tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Stabilitas Stok LPG 3 kg dan bahan bakar minyak (BBM) yang digelar di Kantor Bupati Lumajang, Kamis (9/4/2026). Dalam forum tersebut, seluruh pemangku kepentingan menyepakati pentingnya menjaga sistem distribusi agar berjalan sesuai ketentuan.
Sales Branch Manager Wilayah II PT Pertamina Patra Niaga, Andi Reza Ramadhan, menjelaskan bahwa mekanisme distribusi LPG bersubsidi telah dirancang untuk menjamin ketersediaan di seluruh wilayah, khususnya bagi masyarakat yang berhak.
Ia menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara berkelanjutan agar tidak terjadi penyimpangan distribusi di lapangan. “Distribusi terus kami jaga agar berjalan sesuai ketentuan, sehingga ketersediaan LPG dapat dinikmati secara merata,” ujarnya.
Selain penguatan distribusi di sisi hulu, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam menjaga stabilitas pasokan. Pembelian LPG diimbau dilakukan secara bijak dan sesuai kebutuhan, guna mencegah kelangkaan di tingkat pangkalan.
Menurut Andi, perilaku konsumsi yang tidak terkendali berpotensi mengganggu keseimbangan distribusi, terutama di wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi. Karena itu, partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran sistem distribusi.
Sementara itu, Kepala Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Wilayah Besuki Lumajang, Supratigno, memastikan bahwa stok LPG 3 kg dalam kondisi aman dan tersedia di pasaran. Ia juga menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) tetap berada pada angka Rp18.000 sesuai ketentuan yang berlaku.
Supratigno menambahkan bahwa distribusi yang tertib tidak hanya bergantung pada pengawasan pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam menggunakan LPG bersubsidi secara tepat.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait isu kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak sesuai fakta di lapangan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, pelaku distribusi, dan masyarakat, sistem distribusi LPG 3 kg di Lumajang diharapkan tetap berjalan stabil, merata, serta mampu menjangkau kelompok masyarakat yang berhak secara berkelanjutan.
Reporter: Rijen Senario
Editor: Ibnu Aji Sesario






