EDITORIALHeadline

Kerja Sama Industri Kulit Jatim–Australia Menguat, Grahadi Jadi Titik Awal Kolaborasi Strategis

4899
×

Kerja Sama Industri Kulit Jatim–Australia Menguat, Grahadi Jadi Titik Awal Kolaborasi Strategis

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – analisapublik.id | Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono, bersama delegasi pelaku bisnis Australia dan Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia (APKI) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (31/3) malam. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana resmi tersebut dipimpin oleh Emil Elestianto Dardak sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral, khususnya di sektor industri kulit.

Kunjungan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi forum strategis yang mempertemukan kepentingan pemerintah daerah, pelaku industri nasional, dan mitra internasional dalam satu ruang diskusi terarah. Fokus utama yang dibahas mencakup penguatan konektivitas perdagangan, peluang investasi, serta pengembangan industri pengolahan berbasis kulit yang selama ini menjadi salah satu sektor unggulan Jawa Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai kehadiran Dubes RI untuk Australia sebagai pintu masuk penting dalam membangun jejaring ekonomi yang lebih luas. Peran diplomasi ekonomi menjadi krusial untuk membuka akses terhadap pasar global sekaligus menjawab kebutuhan industri dalam negeri, terutama terkait ketersediaan bahan baku kulit yang masih terbatas.

Konteks ini menjadi relevan mengingat industri kulit Jawa Timur memiliki struktur yang terintegrasi, mulai dari proses penyamakan hingga produksi barang jadi seperti alas kaki, tas, dan berbagai produk turunan lainnya. Wilayah Sidoarjo, Magetan, dan Pasuruan selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas industri tersebut yang menopang rantai nilai sektor manufaktur berbasis kulit di tingkat nasional.

Namun, dalam praktiknya, keberlanjutan industri masih menghadapi tantangan pada sisi suplai bahan baku. Keterbatasan akses terhadap kulit mentah dalam jumlah besar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kapasitas produksi dan daya saing. Dalam hal ini, peran Dubes RI dinilai strategis dalam menjembatani konektivitas pasokan dari Australia, baik untuk kebutuhan industri pengolahan maupun produk turunan seperti rambak.

Selain aspek suplai, ruang kerja sama juga diarahkan pada penguatan kapasitas industri melalui peluang transfer teknologi dan peningkatan kualitas produksi. Kolaborasi dengan pelaku bisnis Australia diharapkan dapat mendorong modernisasi proses industri sekaligus memperluas akses pasar ekspor bagi produk kulit asal Jawa Timur.

Lebih jauh, pertemuan ini menegaskan arah kebijakan pembangunan industri daerah yang tidak lagi bertumpu pada produksi bahan mentah, melainkan mengedepankan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah. Dengan dukungan kemitraan internasional, Jawa Timur berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri kulit nasional yang kompetitif di pasar global.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai kunjungan ini sebagai awal dari kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan. Harapannya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kontribusi sektor industri kulit terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dok: Analisapublik.id

Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.