TRENGGALEK – analisapublik.id | Hujan deras disertai petir yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek pada Kamis (21/5/2026) pukul 18.40 WIB mengakibatkan terjadinya longsoran berupa gunturan batu di ruas jalan nasional perbatasan Kabupaten Ponorogo–Kabupaten Trenggalek KM 16, tepatnya di wilayah Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.
Peristiwa tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah terhenti sementara karena badan jalan tertutup material batu. Penutupan jalur dilakukan guna menjaga keselamatan pengguna jalan serta mengantisipasi potensi longsor susulan di lokasi kejadian.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui PPK 2.3 Provinsi Jawa Timur bergerak cepat melakukan penanganan dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek dan aparat kepolisian setempat. Penanganan difokuskan pada proses pembersihan material longsoran yang menutup sebagian badan jalan.
Selain melakukan evakuasi material batu, petugas juga memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi untuk mengingatkan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
BBPJN Jawa Timur–Bali menyebut penanganan dilakukan secara cepat agar akses utama penghubung Ponorogo dan Trenggalek dapat kembali normal secepat mungkin. Jalur tersebut diketahui menjadi salah satu akses penting mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.
Berdasarkan laporan PPK 2.3 Provinsi Jawa Timur hingga Sabtu (23/5/2026), arus lalu lintas di ruas jalan tersebut telah dibuka kembali secara normal dari kedua arah, baik dari Ponorogo menuju Trenggalek maupun sebaliknya.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati saat melintas di kawasan rawan longsor, khususnya saat cuaca ekstrem terjadi. Pengendara juga diminta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas demi menjaga keselamatan selama perjalanan.
Editor: Respati
Sumber: BBPJN Jawa Timur – Bali






