EDITORIALHeadline

UPT PSDA Jatim Wilayah Probolinggo Asesmen Kerusakan Infrastruktur Sungai Pascabanjir di Sejumlah Kecamatan

801
×

UPT PSDA Jatim Wilayah Probolinggo Asesmen Kerusakan Infrastruktur Sungai Pascabanjir di Sejumlah Kecamatan

Sebarkan artikel ini

PROBOLINGGO – analisapublik.id | UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Timur wilayah Probolinggo masih melakukan asesmen menyeluruh terhadap sejumlah infrastruktur sungai yang terdampak banjir di berbagai kecamatan. Pendataan lapangan dilakukan secara bertahap untuk memastikan tingkat kerusakan pada setiap titik, sekaligus menjadi dasar penentuan skema penanganan teknis sesuai karakteristik kerusakan.

Koordinator Wilayah Probolinggo UPT PSDA Jatim, Muhammad Fachru Syahroni, menyampaikan bahwa kerusakan paling dominan terjadi pada tebing sungai akibat tingginya debit dan derasnya arus saat banjir. Tekanan aliran air menyebabkan gerusan pada struktur pasangan tebing, pergeseran tanah, hingga potensi perubahan alur sungai di sejumlah lokasi.

Di Kecamatan Kraksaan, kerusakan teridentifikasi pada tebing Sungai Kertosono di beberapa titik Kelurahan Sidomukti. Lokasi terdampak berada di bagian utara Kantor NU (ruko), selatan Jembatan BNI, hingga kawasan utara rumah warga yang dikenal dengan sebutan Pak Sabar. Selain itu, tebing kanan Sungai Kertosono di Desa Patokan RT 6 RW 6 juga mengalami kerusakan yang memerlukan perkuatan untuk mencegah pelebaran dampak gerusan.

Masih di wilayah Kraksaan, kerusakan tebing sungai juga ditemukan di Desa Rangkang serta Kelurahan Kraksaan Wetan, tepatnya di kawasan Kampung Melayu. Di Sidomukti sendiri, beberapa titik terdampak berada di belakang Indomaret Sidomukti dan area yang dikenal masyarakat sebagai lokasi cuci sepeda. Seluruh titik tersebut masuk dalam daftar pendataan teknis untuk dianalisis tingkat urgensi penanganannya.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada tebing sungai. Di Desa Kotaanyar, sayap Bendung Triwungan di Sungai Kresek mengalami kerusakan. Sementara di Desa Sumber Centeng ditemukan kerusakan pada syphon saluran Gending Jeruk Taman. Pada Sungai Pesisir di Desa Wringinanom, pasangan tebing juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan arus.

Di Kecamatan Maron, tebing kanan Sungai Pekalen di Desa Satreyan membutuhkan perkuatan karena tergerus aliran air. Di Kecamatan Tongas, normalisasi Sungai Bayeman di Desa Bayeman menjadi salah satu titik yang masuk pendataan akibat perubahan alur dan sedimentasi yang terjadi pascabanjir.

Kerusakan juga tercatat di Kecamatan Krejengan, yakni pada sayap kanan hilir DAM Gendingan di Desa Kamalkuning. Selain itu, tebing kiri Sungai Jabung di hulu DAM Wringin serta parapet kanan Sungai Leces di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, turut mengalami kerusakan dan menjadi bagian dari asesmen teknis.

UPT PSDA Jatim wilayah Probolinggo saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna menyusun langkah penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan penguatan struktur pengendali air. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar dalam penentuan prioritas penanganan agar fungsi infrastruktur sungai tetap terjaga dan risiko dampak lanjutan dapat diminimalkan.

Dok: UPT PSDA Probolinggo
Reporter: Abdul Wahid
Editor: Respatie

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.