DPU Bina Marga JatimEDITORIALHeadline

Awal 2026, Satker PJN Wilayah I Jatim Fokus Jaga Kemantapan Jalan Nasional

262
×

Awal 2026, Satker PJN Wilayah I Jatim Fokus Jaga Kemantapan Jalan Nasional

Sebarkan artikel ini

SURABAYA | analisapublik.id — Memasuki awal 2026, arah kerja Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi Jawa Timur tidak lagi semata mengejar target penyelesaian fisik. Fokus bergeser pada satu hal yang lebih mendasar: memastikan jalan nasional yang telah dibangun tetap dalam kondisi mantap dan aman dilalui.

Ruas-ruas jalan yang telah melalui tahapan Provisional Hand Over (PHO) pada Desember 2025 kini menjadi perhatian utama. Upaya pemeliharaan diperkuat agar kondisi perkerasan tidak cepat menurun, terutama menghadapi beban lalu lintas yang tinggi di wilayah timur Jawa Timur.

Petugas Satker PJN Wilayah I Jawa Timur melakukan pekerjaan pemeliharaan rutin Jalan Nasional pada awal 2026. Kegiatan ini difokuskan untuk menjaga kemantapan jalan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di koridor strategis Jawa Timur.
Sumber: Satker PJN Wilayah I Provinsi Jawa Timur
Ilustrasi: analisapublik.id

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Javid, menyampaikan bahwa hasil penanganan jalan di Jawa Timur dan Bali sejauh ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui tingkat kemantapan jalan yang terjaga.

“Penanganan jalan di Jawa Timur dan Bali saat ini bisa dirasakan dari kondisi jalan yang relatif mantap,” kata Javid kepada analisapublik.id, Selasa (3/2/2026), saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sejalan dengan itu, Kepala Satker PJN Wilayah I Provinsi Jawa Timur, Aldiansyah, S.T., M.T., menegaskan bahwa tahun ini pola kerja diarahkan pada kesiapsiagaan penuh. Jalan nasional, menurutnya, tidak boleh dibiarkan rusak terlalu lama, terutama ketika muncul lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Begitu ada lubang, penanganan harus cepat. Tidak menunggu. Jalan yang sudah PHO wajib tetap mantap,” ujar Aldiansyah.

Untuk mendukung kecepatan respons di lapangan, Satker PJN Wilayah I terus memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dengan satuan lalu lintas di masing-masing wilayah kepolisian. Koordinasi ini dinilai penting untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan sekaligus meminimalkan gangguan lalu lintas saat dilakukan penanganan darurat.

“Kalau komunikasinya sudah jalan, begitu kondisi lalu lintas padat atau ada kerusakan, penanganannya bisa langsung. Tidak saling menunggu,” tambahnya.

Di bawah koordinasi BBPJN Jawa Timur–Bali, Satker PJN Wilayah I membawahi enam Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan karakter ruas yang berbeda-beda. Mulai dari jalur pantura, penghubung kawasan timur Jawa Timur, hingga jalur strategis menuju Bali dan pesisir selatan.

Kepala Satker PJN Wilayah I Jawa Timur Aldiansyah, S.T., M.T., bersama PPK 1.2 Ruas Situbondo–Ketapang–Banyuwangi dan PPK 1.1 Provinsi Jawa Timur Ruas Probolinggo–Paiton–Situbondo, berada di lokasi pekerjaan pemeliharaan Jalan Nasional Jalur Selatan Jawa Timur sebagai bagian dari upaya menjaga kemantapan dan fungsi jalan di wilayah pesisir selatan.
Ilustrasi: analisapublik.id

PPK 1.1 Provinsi Jawa Timur menangani ruas Probolinggo–Paiton–Situbondo di bawah Wahyu Wibowo, S.T. PPK 1.2 mengelola ruas Situbondo–Ketapang–Banyuwangi yang dipimpin Syaiful Fajar, S.T., M.T.

Sementara ruas Probolinggo–Lumajang–Turen berada di bawah PPK 1.3 yang dikomandoi Supriadi, S.ST. PPK 1.4 menangani ruas Wonorejo–Jember hingga batas Kabupaten Banyuwangi bersama Satiya Wardhana, S.T.

Adapun ruas Jember–Gentengkulon–Banyuwangi dikelola oleh PPK 1.5 di bawah Surya Adiguna, S.T., M.Sc. Jalur lintas selatan (Pansela) yang membentang dari Malang, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi menjadi tanggung jawab PPK 1.6 yang dipimpin Grace Agustina Togatorop, S.T., M.T.

Aldiansyah mengakui, beban lalu lintas yang tinggi, khususnya pada jalur timur dan selatan Jawa Timur serta akses menuju Bali, menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kesiapan personel dan kecepatan respons menjadi kunci agar fungsi jalan nasional tetap terjaga.

“Ruasnya berbeda, tantangannya juga berbeda. Tapi tanggung jawabnya sama: jalan harus aman, lancar, dan tetap mantap,” pungkasnya.

Reporter : Ponco Drajat Santoso
Editor. : H.Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.