HeadlinePemerintahanPeristiwa

Gunung Semeru Meletus Empat Kali dalam Sehari dengan Tinggi Kolom Abu Mencapai 1.000 Meter

410
×

Gunung Semeru Meletus Empat Kali dalam Sehari dengan Tinggi Kolom Abu Mencapai 1.000 Meter

Sebarkan artikel ini

Lumajang, analisapublik.id  – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada awal tahun 2026.

Sepanjang hari Kamis, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak empat kali, dengan letusan terbaru terjadi pada Kamis malam pukul 18.37 WIB.

​Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa kolom abu pada erupsi malam tersebut teramati mencapai ketinggian 900 meter di atas puncak, atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal tersebut bergerak mengarah ke timur laut dan timur.

Berdasarkan rekaman seismograf, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi getaran selama 153 detik.

​Rangkaian erupsi pada hari tersebut dimulai sejak dini hari, yakni pukul 01.26 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter. Dua letusan berikutnya menyusul pada pagi hari pukul 04.01 WIB dan 05.29 WIB dengan ketinggian abu masing-masing 900 meter, sebelum akhirnya kembali meletus pada petang hari.

​Saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan pada Level III (Siaga). Sehubungan dengan kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat demi keselamatan warga. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari pusat erupsi.

Selain itu, warga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga jarak 17 km dari puncak.

​PVMBG juga menetapkan zona bahaya dalam radius lima kilometer dari kawah untuk menghindari ancaman lontaran batu pijar.

Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai di sekitarnya. ( wa/at)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.