HeadlinePemerintahan

Cegah Pohon Tumbang, Pemkot Surabaya Gandeng Kampus Gunakan Alat Deteksi Khusus

247
×

Cegah Pohon Tumbang, Pemkot Surabaya Gandeng Kampus Gunakan Alat Deteksi Khusus

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota Surabaya mulai bergerak agresif memitigasi risiko pohon tumbang yang kerap mengancam keselamatan warga saat cuaca ekstrem. Terbaru, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk mendeteksi kesehatan dan kekuatan akar pohon menggunakan alat pemindai khusus.

Langkah ini diambil menyusul rentetan insiden pohon tumbang akibat angin kencang yang melanda Kota Pahlawan dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya melibatkan akademisi, tetapi juga lintas Perangkat Daerah (PD) seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP).

“Kami sudah melakukan penelitian kerja sama dengan perguruan tinggi. Ada alat untuk mengecek kekuatan pohon. Petugas lapangan diedukasi cara mengukur kekuatan itu agar tahu mana pohon yang rentan,” ujar Dedik, Minggu (21/12/2025).

Menantang Usia Puluhan Tahun
Dedik memaparkan tantangan utama di lapangan adalah faktor usia. Berbeda dengan struktur bangunan yang memiliki catatan teknis jelas, mayoritas pohon besar di Surabaya merupakan hasil penanaman puluhan tahun silam.

Baca Juga:  Sikat Kabel Ilegal, Pemkot Surabaya Tertibkan Jaringan FO di Jalur Protokol

“Pohon yang ada sekarang memang membuat suasana sejuk, tapi penanamannya sudah dilakukan puluhan tahun lalu. Kondisinya semakin bertambah tua, dan saat angin kencang kemarin, ada beberapa yang tidak kuat bertahan,” jelasnya.

Saat ini, penggunaan alat pendeteksi tersebut masih dalam tahap uji coba sekaligus pelatihan bagi personel lapangan. Dedik memastikan pemetaan risiko akan dilakukan secara menyeluruh setelah seluruh petugas menguasai teknis penggunaan alat.

Skala Prioritas dan Layanan Tanpa Biaya
Merespons keresahan warga, DLH Surabaya juga menegaskan prosedur pengajuan perantingan atau pemotongan pohon. Dedik memastikan bahwa layanan ini bersifat gratis alias tidak dipungut biaya.

“Tidak ada biaya. Yang ada hanyalah sistem penggantian pohon. Detail mengenai diameter pohon dan bibit penggantinya sudah tercantum jelas di aplikasi Surabaya Single Window (SSW) Alfa,” tegas Dedik.

Namun, ia menekankan bahwa petugas menerapkan skala prioritas dalam menindaklanjuti laporan. Fokus utama ditujukan pada pohon yang berada di jalur utama atau tepi jalan raya yang berpotensi membahayakan pengendara.

“Kami cek dulu kondisi tanamannya. Jika rawan keropos, berada di tepi jalan raya, dan mengganggu lalu lintas, itu yang menjadi prioritas kami. Keselamatan pengguna jalan adalah fokus utama,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Terbitkan Surat Edaran Kewaspadaan Dini Super Flu H3N2

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.