HeadlinePemerintahan

Walikota Probolinggo Komitmen Jadikan Sejarah Sebagai Fondasi Pembangunan Kota Masa Depan

311
×

Walikota Probolinggo Komitmen Jadikan Sejarah Sebagai Fondasi Pembangunan Kota Masa Depan

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id – Pemerintah Kota Probolinggo menegaskan posisinya: sejarah dan memori kolektif harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan identitas daerah. Komitmen ini digaungkan dalam Seminar dan Lokakarya bertajuk “Jejak Arsip Sejarah Kota Probolinggo sebagai Warisan Budaya serta Relevansinya di Masa Kini dan Tantangan di Masa Depan,” yang digelar di Aula Bakesbangpol, Rabu (12/11/2025).

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, yang membuka langsung acara tersebut, menekankan bahwa usia kota yang telah melampaui enam abad bukanlah sekadar angka, melainkan bukti kuatnya akar budaya yang wajib dijaga.

“Memahami sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi pijakan dalam membangun masa depan kota. Banyak bukti sejarah seperti motif batik kuno hingga situs Gereja Merah yang mencerminkan panjangnya perjalanan kota ini,” ujar Dokter Amin.

Seminar yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Probolinggo ini dihadiri para ahli sejarah, akademisi, dan pemerhati budaya. Salah satu fokus yang disorot oleh Wali Kota Amin adalah pentingnya program akuisi arsip masyarakat.

Melalui program ini, Pemkot mengajak warga menyumbangkan foto, dokumen, dan artefak lama yang bersifat pribadi agar dapat diarsipkan dan dijadikan koleksi sejarah kota.

“Kita ingin agar jejak sejarah tidak hilang ditelan waktu, melainkan terus hidup dan menginspirasi generasi berikutnya. Makin sering forum seperti ini digelar, makin luas pula ruang bagi generasi muda untuk mengenal sejarahnya sendiri,” tegas Aminuddin.

Plt Kepala Disperpusip Kota Probolinggo, Wawan Segyantono, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah momentum krusial untuk menyelamatkan informasi historis dan memori kolektif. Ia menekankan bahwa di era digital, arsip harus mudah diakses.

“Kami berupaya melestarikan dokumen arsip di era digital agar mudah diakses dan dimanfaatkan masyarakat. Arsip bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik publik yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Seminar yang melibatkan sekitar 80 peserta ini menghadirkan dua pakar sejarah, Abdus Sahir dan Ahmad Hudri, yang mengupas strategi pelestarian arsip di tengah tantangan modernisasi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Ahmad Hudri bahkan secara simbolis menyerahkan buku Head Netherlands Java Institute dan arsip koleksi pribadinya kepada Wali Kota Aminuddin untuk memperkaya koleksi edukatif Disperpusip.

Diskusi interaktif yang berlangsung sejak pukul 11.30 WIB ini juga menghasilkan berbagai masukan dan gagasan inovatif dari peserta, khususnya terkait model pelestarian arsip berbasis komunitas. Beberapa peserta langsung mendapat apresiasi dari Wali Kota atas ide-ide tersebut.

Dengan menggerakkan kesadaran kolektif ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap pelestarian sejarah dapat menjadi gerakan warga yang esensial, menjaga identitas kota, dan memperkuat kesadaran budaya di tengah masyarakat modern.

(Res)

 

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.