HeadlinePemerintahan

Bupati Lumajang Tegaskan Santri Harus Jadi Garda Moral Bangsa di Tengah Disrupsi Digital

229
×

Bupati Lumajang Tegaskan Santri Harus Jadi Garda Moral Bangsa di Tengah Disrupsi Digital

Sebarkan artikel ini

Lumajang, analisapublik.id – Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap 22 Oktober bukan sekadar ritual tahunan. Ia menyebut HSN sebagai momentum kebangkitan nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian yang telah diwariskan pesantren kepada bangsa Indonesia.

“Santri hari ini tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga menjadi pelopor kemajuan peradaban yang berakar pada nilai moral dan nasionalisme,” tegas Indah dalam sambutannya di Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang, Sabtu (18/10/2025).

Bupati Indah menilai, semangat keilmuan dan keagamaan di pesantren merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas dan berakhlak mulia.

Santri masa kini, ujarnya, harus mampu mengimbangi kemajuan teknologi tanpa kehilangan jati diri dan nilai spiritualnya.

“Ilmu pengetahuan dan teknologi hanyalah alat, sedangkan moralitas dan nasionalisme adalah arah. Santri adalah mereka yang menuntun kemajuan tanpa kehilangan akar budaya dan akhlak mulia,” katanya.

Bunda Indah mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan peran vital santri dalam perjuangan kemerdekaan, terutama melalui tonggak sejarah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Saat ini, peran santri harus dilanjutkan dalam menjaga keutuhan bangsa serta mengembangkan peradaban yang beradab.

Baca Juga:  Bunda Indah Pastikan Transportasi Haji Lumajang 2026 Prioritaskan Keamanan Jemaah Lansia

“Santri adalah garda moral bangsa. Di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi digital, santri dituntut menjaga harmoni antara iman, ilmu, dan amal,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa pesantren harus bertransformasi menjadi pusat pendidikan karakter sekaligus penggerak kemajuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjutnya, berkomitmen memperkuat peran pesantren melalui berbagai program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan guru ngaji, ustaz, ustazah, dan marbot masjid.

“Pemerintah hadir bukan hanya sebagai penyokong kegiatan keagamaan, tetapi juga mitra strategis dalam mencetak generasi santri yang jujur, tangguh, dan cinta tanah air,” ujar Bupati.

Lebih jauh, Bupati Indah mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak selawat dan doa sebagai energi spiritual yang menyatukan, menenteramkan, dan memperkuat solidaritas sosial.

“Lumajang Berselawat adalah ruang kebersamaan untuk memohon rahmat Allah agar Lumajang dan Indonesia dijauhkan dari perpecahan serta diberi keberkahan,” tuturnya.

Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa perjuangan santri tidak berhenti di masa lalu, tetapi terus hidup dalam semangat pengabdian untuk kemajuan dan keutuhan bangsa.

Baca Juga:  Strategi Pemkab Lumajang Tekan Kemiskinan Lewat Modal Usaha Jadi Kunci Dongkrak Ekonomi Warga

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.