EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Festival Batik 2025: Dorong Ekonomi Kreatif dan Perkuat Identitas Bondowoso

391
×

Festival Batik 2025: Dorong Ekonomi Kreatif dan Perkuat Identitas Bondowoso

Sebarkan artikel ini

​Bondowoso, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berkomitmen penuh untuk mengangkat batik lokal sebagai simbol kebanggaan dan identitas daerah. Komitmen ini diwujudkan melalui Festival Batik 2025 yang resmi dibuka pada Sabtu di Alun-Alun Kabupaten Bondowoso.

​Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyatakan bahwa festival ini bukan hanya sekadar perayaan seni. Lebih dari itu, Festival Batik 2025 diharapkan dapat menumbuhkan inspirasi, menggali kreativitas, serta menjadi pendorong utama ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal.

​”Festival batik khas Bondowoso ini bukan hanya perayaan seni, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal,” ujar Bupati Hamid dalam sambutannya.

​Menurut Bupati Hamid, dengan memperluas jejaring pemasaran dan memberdayakan para perajin serta pelaku UMKM di sektor batik, festival ini diharapkan mampu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah. Ia juga optimistis kegiatan ini dapat menciptakan iklim ekonomi yang kondusif dan inklusif, selaras dengan visi pembangunan daerah berbasis potensi lokal.

​Selain itu, Festival Batik 2025 juga diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan dan investor, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

​Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hamid mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan batik sebagai bagian dari identitas nasional yang harus dijaga dan diwariskan. “Mari jadikan batik sebagai simbol kecintaan, kebanggaan, dan jati diri bangsa,” ajaknya. “Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mencintai dan melestarikan batik, khususnya batik Bondowoso, agar semakin dikenal dan diakui secara luas.”

​Festival ini akan berlangsung selama lima hari, dari 23 hingga 27 Agustus, dengan berbagai rangkaian kegiatan menarik. Rangkaian acara tersebut mencakup pameran batik dari berbagai kecamatan, peragaan busana batik oleh desainer lokal, lomba desain motif batik, hingga lokakarya membatik ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.