PemerintahanSurabaya

30 IKM Surabaya Dibidik Tembus Ekspor

8
×

30 IKM Surabaya Dibidik Tembus Ekspor

Sebarkan artikel ini
30 IKM Surabaya Dibidik Tembus Ekspor
30 IKM Surabaya Dibidik Tembus Ekspor

SURABAYA, ANALISAPUBLIK.ID — Sebanyak 30 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Surabaya disiapkan menembus pasar luar negeri. Pemkot Surabaya menggandeng Export Center Surabaya (ECS) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk membenahi produk, kemasan, sertifikasi hingga strategi penawaran agar memenuhi standar ekspor.

Pendampingan dilakukan melalui Coaching Clinic Export yang digelar Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Surabaya di Siola, Rabu (23/9).

Kepala Disperinaker Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, produk peserta akan menjalani kurasi sebelum diarahkan menuju pasar internasional. Mayoritas peserta bergerak di sektor makanan, fashion, dan home decor.

“Produk-produk mereka nantinya dikurasi. Kurasi tersebut memerlukan ubahan teknik, misalnya kemasannya bagaimana kalau ekspor, tampilan produknya, hingga sertifikasinya harus bagaimana,” kata Hebi.

Menurutnya, sejumlah kendala masih dihadapi IKM untuk menembus ekspor. Di antaranya standar kualitas produk yang belum seragam, kemasan, pencantuman nilai gizi hingga sertifikasi halal.

Pemkot akan membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan tersebut, termasuk mengupayakan akses sertifikasi halal dengan biaya terjangkau bahkan gratis.

Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan dengan materi yang disesuaikan tingkat kemampuan pelaku usaha, mulai IKM pemula hingga kategori advance.

Guru Besar Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS Prof. Maria Anityasari mengatakan, ratusan mahasiswa diterjunkan mendampingi IKM.

Mahasiswa semester satu membantu pembuatan company profile, visi-misi, katalog hingga video promosi. Sedangkan mahasiswa semester lima mendampingi efisiensi produksi, penghitungan harga pokok penjualan (HPP), dan teknik negosiasi bisnis.

Pendampingan juga disesuaikan dengan kelompok industri agar persoalan setiap IKM dapat ditangani secara spesifik.

Hebi berharap program tersebut tidak hanya memperluas pasar produk lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga Surabaya.

“Kalau industri kecil menengah tumbuh, maka mereka akan membutuhkan tenaga kerja,” ujarnya.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.