HeadlinePendidikan

Transformasi Posyandu di Sleman: Layani Seluruh Siklus Hidup dari Balita hingga Lansia

325
×

Transformasi Posyandu di Sleman: Layani Seluruh Siklus Hidup dari Balita hingga Lansia

Sebarkan artikel ini

Sleman, Analisapublik.com – Layanan posyandu kini tidak hanya diperuntukkan bagi balita. Sebagai pusat layanan kesehatan berbasis siklus hidup, posyandu dapat diakses oleh ibu hamil, remaja, kelompok usia produktif, hingga lansia.

Hal ini diungkapkan oleh Penelaah Teknis Kebijakan Balai Pemerintahan Desa di Yogyakarta, Asmita Nafiati, dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) New Posyandu Kapanewon Depok di Gedung Sasana Anglocita Tama, Rabu (17/9/2025).

Pada kesempatan itu, Asmita menegaskan bahwa transformasi kelembagaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) pasca terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat.

“Posyandu sekarang harus dipahami sebagai institusi pelayanan masyarakat yang lebih luas, dari pendaftaran, penimbangan, hingga penyuluhan kesehatan. Seluruh tahapan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam setiap fase kehidupannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penguatan Kelembagaan dan Kapasitas Masyarakat Dinas PMK Sleman, Agus Wasiso Wibowo, menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi dan kapasitas kader agar transformasi posyandu berjalan optimal. Menurutnya, peran Tim Pembina Posyandu di setiap tingkatan, mulai dari kabupaten, kapanewon, hingga kalurahan, menjadi kunci dalam memastikan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Kami ingin posyandu tidak hanya berjalan administratif, tetapi benar-benar hidup dan berdaya. Dengan kader yang terlatih, pengurus yang jelas, serta dukungan pelaporan dan pembinaan yang berjenjang, posyandu akan mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat sehat,” jelas Agus.

Kegiatan bimtek ini diikuti oleh jajaran pengurus posyandu se-Kapanewon Depok dan menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.

Panewu Depok, Djoko Muljanto, mengupas kondisi aktual posyandu di wilayahnya. Ia menyebut, Kapanewon Depok memiliki 110 posyandu aktif yang tersebar di tiga kalurahan, yakni Maguwoharjo (34), Condongcatur (40), dan Caturtunggal (36).

Posyandu tersebut didukung lebih dari 1.800 kader, yang sebagian besar telah mengikuti pelatihan 25 keterampilan dasar kader di bidang kesehatan.

Meski capaian tersebut patut diapresiasi, Djoko menyebut masih ada sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi. Hambatan yang kerap dihadapi posyandu di Depok antara lain keterbatasan anggaran, kesulitan dalam penggandaan formulir, serta permasalahan administratif dalam pengisian Surat Keputusan (SK) kader.

“Di Depok, posyandu sudah melayani seluruh siklus hidup. Tetapi tantangan tetap ada, terutama dalam pemerataan peran kader dan ketersediaan sarana pendukung. Karena itu, kami mendorong agar kader semakin terampil dan aktif, baik dalam pelayanan hari buka maupun dalam kegiatan kunjungan rumah,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa posyandu bukan hanya sarana layanan kesehatan, melainkan juga wadah pemberdayaan masyarakat.

“Posyandu di Depok adalah simbol gotong royong. Dengan dukungan masyarakat dan kader yang solid, kami yakin posyandu dapat menjadi kekuatan nyata dalam mewujudkan Depok sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.