HeadlinePemerintahan

Solidaritas Kepala Desa Se-Jatim Mengalir ke Lumajang, PKDI Sumbang 1.000 Sembako untuk Korban Erupsi Semeru

293
×

Solidaritas Kepala Desa Se-Jatim Mengalir ke Lumajang, PKDI Sumbang 1.000 Sembako untuk Korban Erupsi Semeru

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan apresiasi tinggi atas aksi solidaritas yang ditunjukkan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) seluruh Jawa Timur. Organisasi kepala desa ini menyalurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat Lumajang yang menjadi korban terdampak erupsi Gunung Semeru.

Dukungan dari PKDI dinilai menjadi energi penting bagi masyarakat Lumajang di tengah proses pemulihan pascabencana. Bantuan tersebut tidak hanya bersifat material, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi warga yang berjuang memulihkan kehidupan mereka.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Lumajang, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PKDI. Kepedulian ini menjadi penguat semangat kami untuk terus bangkit,” ujar Indah di Pendopo Suhanto, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Lumajang, pada Rabu (10/12/2025).

Indah menegaskan bahwa erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 19 November 2025 memiliki intensitas yang lebih besar dibandingkan peristiwa tahun 2021. Namun, berkat kesiapsiagaan masyarakat, relawan, dan pemerintah daerah, bencana tersebut berhasil ditangani dengan baik tanpa menimbulkan korban jiwa.

“Erupsi kali ini sesungguhnya lebih besar dari tahun 2021, tetapi Alhamdulillah zero korban. Ini buah kerja sama masyarakat, relawan, serta seluruh jajaran pemerintah,” jelasnya.

Capaian penanganan bencana yang efektif ini bahkan mendapat apresiasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan disebut sebagai contoh praktik mitigasi bencana yang sukses, yang dapat dijadikan model di wilayah rawan bencana lainnya di Indonesia.

Meski berhasil meminimalkan korban jiwa, dampak erupsi terhadap infrastruktur dinilai cukup berat. Material vulkanik yang terbawa arus lahar telah merusak jembatan, tanggul, dan bendungan yang berfungsi sebagai pelindung utama kawasan permukiman.

Indah menekankan bahwa normalisasi infrastruktur harus segera dilakukan untuk mengurangi risiko lanjutan, terutama menjelang musim hujan.

“Jika infrastruktur ini tidak segera dinormalisasi, aliran lahar panas maupun dingin bisa mengarah ke banyak titik. Bahkan prediksi menunjukkan potensi meluas hingga Kecamatan Tempeh,” paparnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah menyusun data kebutuhan komprehensif, mencakup kerusakan fisik, penanganan darurat, serta rencana rehabilitasi jangka panjang. Data ini akan diajukan kepada BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai dasar percepatan pemulihan.

Persaudaraan Antar-Kepala Desa Jadi Modal Utama Bangkit
Bupati Indah menyebut kehadiran PKDI bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan simbol nyata persaudaraan antar-kepala desa di Jawa Timur. Ia menilai solidaritas ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana.

“Apa yang dilakukan PKDI hari ini menunjukkan bahwa persaudaraan itu nyata. Ketika satu daerah tertimpa bencana, daerah lain hadir untuk menguatkan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan, dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak akan menjadi kunci percepatan pemulihan. Fokus utama tidak hanya pada pemulihan warga terdampak, tetapi juga pada perbaikan infrastruktur vital dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi di masa mendatang.

“Dukungan seperti ini adalah bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup kuat di tengah masyarakat. Inilah modal utama kita untuk bangkit dan membangun kembali Lumajang,” pungkas Indah.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.