HeadlinePemerintahan

Simpang Obor Terendam, Bupati Siak Desak Kementerian PUPR Turun Tangan

240
×

Simpang Obor Terendam, Bupati Siak Desak Kementerian PUPR Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

SIAK, analisapublik.id — Ruas jalan nasional di Simpang Obor, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, lumpuh akibat rendaman banjir yang tak kunjung surut hingga Rabu (24/12/2025). Tak hanya memutus akses logistik, luapan air kini mulai “menjajah” permukiman warga dan memaksa puluhan jiwa mengungsi ke tenda-tenda darurat.

Sedikitnya 25 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan harus meninggalkan rumah mereka setelah debit air masuk hingga ke ruang tamu dan kamar tidur. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan fenomena alam yang membuat kawasan tersebut terisolasi.

Menagih Peran Pusat

Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan bahwa penanganan di Simpang Obor bukan perkara sederhana. Mengingat status lokasinya yang berada di jalur vital jalan nasional, Afni menekankan bahwa kunci solusi berada di tangan pemerintah pusat.

“Banjirnya berada di jalan nasional. Kami bermohon kepada Kementerian PUPR melalui BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) Riau. Mudah-mudahan efisiensi anggaran tidak menyasar ke perbaikan jalan nasional ini,” ujar Afni saat meninjau kondisi pengungsi di tenda darurat, Rabu (24/12/2025).

Afni menjelaskan, kawasan Simpang Obor secara geografis merupakan “ceruk air”. Lokasi ini menjadi titik temu luapan saat curah hujan tinggi yang diperparah dengan fenomena air pasang.

Meluapnya Naga Sakti

Meski upaya preventif seperti pembersihan kanal sudah dilakukan oleh pemerintah daerah, nyatanya kekuatan alam jauh lebih besar. Afni menyebut volume air dari Danau Naga Sakti yang melimpah menjadi faktor utama yang sulit dibendung.

“Kita tidak bisa melawan alam. Hujan deras menyebabkan air dari Danau Naga Sakti melimpah ke sini. Simpang Obor ini memang ceruk air. Meski kanal dibersihkan, bukan berarti air seketika surut karena debitnya sedang tinggi,” tuturnya dengan nada prihatin.

Bupati perempuan pertama di Siak ini pun mengimbau warga di zona rawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan diri dengan anomali cuaca yang kian sulit diprediksi.

Bayi di Tenda Pengungsian

Kondisi di lapangan kini mulai mengkhawatirkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak telah menyiagakan tenda darurat untuk menampung warga terdampak. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan kesehatan kelompok rentan.

Dinas Kesehatan pun diperintahkan untuk berjaga 24 jam memantau kondisi pengungsi. Pasalnya, di antara puluhan warga yang tidur di atas alas seadanya, terdapat anak-anak dan balita.

“Ada anak-anak, ada bayi juga di sini. Kasihan, masih bayi sudah ikut mengungsi,” kata Afni saat menyapa para orang tua di pengungsian.

Hingga berita ini diturunkan, genangan di badan jalan nasional masih setinggi lutut orang dewasa, membuat kendaraan kecil harus ekstra waspada atau memutar arah guna menghindari mesin mati. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.