EDITORIALHeadline

Satker PJN Wilayah III Jatim Perketat Pemantauan Jalur Nasional Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 1447 H

70
×

Satker PJN Wilayah III Jatim Perketat Pemantauan Jalur Nasional Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 1447 H

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – analisapublik.id | Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, pemerintah melalui jaringan infrastruktur jalan nasional di Jawa Timur meningkatkan pemantauan kondisi jalur utama yang menjadi lintasan mobilitas masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh ruas jalan nasional tetap dalam kondisi fungsional, aman, dan siap dilalui kendaraan yang diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Pemantauan tersebut berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah III Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Deny Purwa Indarsa, S.T., M.T.. Satker ini berkantor di Jalan Raya Waru No. 20 Sidoarjo dan bertanggung jawab melakukan pengawasan serta pengendalian teknis terhadap sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Jawa Timur bagian timur.

Dalam wawancara dengan analisapublik.id, Deny Purwa Indarsa menjelaskan bahwa seluruh jajaran teknis di lapangan telah diinstruksikan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi jalan nasional menjelang puncak arus mudik.

“Kami memastikan seluruh ruas jalan nasional yang berada dalam wilayah kerja Satker PJN Wilayah III dalam kondisi fungsional dan aman dilalui pemudik. Tim teknis di lapangan melakukan pemantauan secara rutin untuk memastikan tidak ada kerusakan jalan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas selama periode mudik Lebaran,” ujar Deny kepada analisapublik.id, Jumat, 13 Maret 2026 pukul 10.30 WIB.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran arus mudik. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan antara pemerintah, aparat kepolisian, serta unit teknis di lapangan agar setiap potensi gangguan dapat segera ditangani.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan BBPJN Jawa Timur–Bali, kepolisian, serta instansi terkait lainnya. Apabila ditemukan kendala di lapangan, tim teknis siap melakukan penanganan dengan cepat agar tidak mengganggu arus kendaraan yang melintas,” tambahnya.

Selain pemantauan langsung di lapangan, pemerintah juga memanfaatkan sistem pemantauan digital untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat secara real-time. Melalui Microsite Mudik Lebaran Kementerian Pekerjaan Umum, masyarakat dapat memantau kondisi jalan nasional, pembaruan CCTV lalu lintas tol maupun non-tol, lokasi rest area, hingga titik posko mudik yang telah disiapkan pemerintah.

Di wilayah kerja Satker PJN Wilayah III, pengelolaan dan pemeliharaan ruas jalan nasional dilaksanakan oleh sejumlah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab terhadap penanganan masing-masing koridor jalan.

Ruas Tanjung Bumi – Pamekasan – Sumenep berada di bawah tanggung jawab PPK 3.1 Hayatul Jadid, S.Kom., S.T., M.T. yang menangani jaringan jalan nasional di wilayah Madura bagian timur.

Sementara ruas Kamal – Bangkalan – Kota Sampang berada dalam penanganan PPK 3.2 Abu Sofyan, S.T., M.T., yang memiliki peran penting sebagai jalur penghubung mobilitas kendaraan dari Jembatan Suramadu menuju wilayah Madura.

Untuk wilayah Sampang – Pamekasan – Sumenep, pengelolaan ruas jalan nasional berada di bawah koordinasi PPK 3.3 Mhd. Zaim Zul, S.ST., M.T.

Adapun ruas Surabaya – Sidoarjo – Kota Pasuruan berada dalam pengawasan PPK 3.4 Sentot Wijayanto, S.T., M.T., yang menjadi salah satu koridor penting penghubung jalur industri dan mobilitas masyarakat di kawasan metropolitan Surabaya.

Selanjutnya ruas Pasuruan – Probolinggo berada dalam penanganan PPK 3.5 Dwi Bagus Bawono, S.T., sementara jalur Gempol – Pandaan – Malang – Kepanjen yang menjadi akses utama menuju wilayah Malang Raya berada dalam tanggung jawab PPK 3.6 Reza Maulana Hermawan, S.T.

Untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pemudik, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali juga menyiapkan sejumlah posko mudik di jalur nasional. Posko tersebut dapat dimanfaatkan pemudik sebagai tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan.

Fasilitas posko mudik ini disediakan secara gratis bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan selama perjalanan jauh.

Selain itu, masyarakat juga diimbau memperhatikan informasi penting terkait operasional penyeberangan menuju Bali. Penyeberangan Ketapang – Gilimanuk dijadwalkan ditutup sementara pada 18 hingga 20 Maret 2026 dalam rangka pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Bali.

Informasi ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan menuju Pulau Bali agar dapat menyesuaikan jadwal perjalanan mereka.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan mudik dengan matang, termasuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, mematuhi rambu lalu lintas, serta memanfaatkan fasilitas posko istirahat yang telah disediakan di jalur nasional.

Informasi terkini mengenai kondisi jalan nasional dapat diakses melalui mudik.pu.go.id atau melalui Call Center Jalur Mudik 24 jam di nomor 0822-8885-8884.

Dengan kesiapan infrastruktur serta koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, pemerintah berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan menuju kampung halaman dengan lebih nyaman.

 

Editor : H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.