GRESIK, analisapublik.id – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gresik resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Kamis (5/2/2026). Forum tahunan ini menjadi pijakan strategis untuk merombak pola kerja organisasi agar lebih adaptif dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Dalam arahannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan catatan tegas mengenai penyusunan program kerja. Ia meminta seluruh pengurus PKK di tingkat kecamatan hingga desa untuk meninggalkan pola kerja lama yang cenderung repetitif.
“Saya minta program PKK tidak hanya copy-paste. Program harus disusun sesuai kebutuhan masyarakat dan memiliki dampak nyata,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.
Gus Yani mengapresiasi dedikasi pengurus selama setahun terakhir, namun ia menekankan bahwa tantangan ke depan memerlukan perencanaan yang berbasis data (data-driven). Menurutnya, PKK tidak boleh bergerak secara eksklusif, melainkan harus memperkuat kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“PKK perlu membuka diri dan membangun kerja sama dengan dinas-dinas untuk memperluas jangkauan serta kualitas program pemberdayaan keluarga,” tambahnya.
Senada dengan Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, menegaskan pentingnya sensitivitas pengurus terhadap isu-isu terkini. Ia menyoroti tiga pilar utama:
-
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
-
Kesehatan Masyarakat
-
Pendidikan
“Program kerja jangan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita harus inovatif, memahami persoalan masyarakat, dan merancang kegiatan berdasarkan isu yang benar-benar dirasakan warga,” kata Nurul.
Ia juga menjelaskan bahwa visi PKK saat ini harus terakselerasi dengan misi besar nasional. Target akhirnya adalah mencetak keluarga yang berdaya sebagai fondasi menuju Asta Cita Indonesia Emas 2045. “Visi di tingkat kabupaten dan kecamatan harus sejalan. Arahnya satu yaitu mewujudkan keluarga sejahtera,” tegasnya.
Melalui Rakerda ini, TP PKK Gresik diharapkan mampu merumuskan langkah strategis yang lebih responsif, memperkuat posisi organisasi bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan motor penggerak pembangunan daerah dari unit terkecil, yaitu keluarga. (Res)








