EDITORIALHeadline

Preservasi Mantingan–Ngawi Dimulai, BBPJN Jatim–Bali Tanga ni 10,83 Km Ruas Maospati–Solo

247
×

Preservasi Mantingan–Ngawi Dimulai, BBPJN Jatim–Bali Tanga ni 10,83 Km Ruas Maospati–Solo

Sebarkan artikel ini

NGAWI | analisapublik.id — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali mulai mengerjakan paket preservasi Jalan dan Jembatan Mantingan–Ngawi di ruas Maospati–Solo, Kabupaten Ngawi. Pekerjaan ini dilaksanakan melalui PPK 2.2 Provinsi Jawa Timur dengan dukungan pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025–2027.

Penanganan dilakukan sepanjang 10,83 kilometer dengan waktu pelaksanaan 486 hari kalender. Paket tersebut berada di bawah koordinasi Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Andhika Tommy Ardiansyah, S.T., M.Eng.Sc.

Keterangan Foto:
Petugas melakukan penghamparan dan pemadatan aspal pada pekerjaan preservasi Jalan dan Jembatan Mantingan–Ngawi di ruas Maospati–Solo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Proyek yang dikoordinasikan Satker PJN Wilayah II Jatim ini mencakup rehabilitasi mayor sepanjang 10,83 kilometer dengan masa pelaksanaan 486 hari kalender dan didanai melalui SBSN TA 2025–2027.

Di lapangan, pekerjaan diawali dengan pengupasan lapis perkerasan lama, dilanjutkan perbaikan struktur jalan, penghamparan aspal baru, hingga pemadatan menggunakan tandem roller. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan daya dukung dan kemantapan jalan tetap terjaga sesuai standar teknis jalan nasional.

Keterangan foto : Data Teknis Proyek

Lokasi: Ruas Mantingan–Ngawi (Perbatasan Jatim–Jateng).
Panjang Penanganan: 10,83 Kilometer.
Pelaksana: BBPJN Jatim–Bali (PPK 2.2 Jatim).

Tahapan Konstruksi (Visualisasi 4D) Manajemen Lalu Lintas & Dampak

Lokasi: Ruas Mantingan–Ngawi (Perbatasan Jatim–Jateng).
Panjang Penanganan: 10,83 Kilometer.
Pelaksana: BBPJN Jatim–Bali (PPK 2.2 Jatim).

Sumber Dana & Waktu: Dibiayai melalui SBSN Tahun Anggaran 2025–2027 dengan durasi pengerjaan 486 hari kalender.

Selama proses pengerjaan berlangsung, arus lalu lintas tetap difungsikan dengan sistem pengaturan di titik pekerjaan. Petugas memasang rambu pengaman dan melakukan pengawasan untuk meminimalkan gangguan serta menjaga keselamatan pengguna jalan.

Preservasi ini bertujuan mempertahankan kondisi jalan nasional agar tetap mantap, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta menunjang kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Ngawi dan sekitarnya.

Reporter: Purnomo
Editor: Rijen Senario

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.