HeadlinePemerintahan

Penghargaan Adiwiyata Lumajang 2025, Sekolah Ditegaskan Jadi Garda Depan Krisis Iklim Bukan Sekadar Tempat Belajar

370
×

Penghargaan Adiwiyata Lumajang 2025, Sekolah Ditegaskan Jadi Garda Depan Krisis Iklim Bukan Sekadar Tempat Belajar

Sebarkan artikel ini

Lumajang, analisapublik.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kembali menegaskan peran krusial institusi pendidikan dalam agenda pembangunan berkelanjutan lewat Program Adiwiyata. Sekolah kini tak lagi dilihat sekadar tempat transfer ilmu, melainkan laboratorium hidup yang harus mencetak generasi sadar lingkungan sebagai fondasi ketahanan nasional.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan bahwa isu lingkungan telah menjadi panglima dalam menentukan arah kebijakan nasional.

“Menjadikan lingkungan sebagai panglima pembangunan bukan sekadar jargon, tetapi langkah nyata dalam menyiapkan Indonesia Emas 2045. Tantangan perubahan iklim membutuhkan respons kolaboratif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan,” ujar Hanif saat Pemberian Penghargaan Adiwiyata 2025 di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Dari Kurikulum Hijau ke Karakter Bangsa
Penghargaan Adiwiyata, menurut Hanif, merupakan penekanan bahwa sekolah memegang peran signifikan dalam membentuk karakter generasi muda. Program ini secara fundamental mendorong sekolah untuk menerapkan pengelolaan lingkungan secara sistematis, mencakup tiga pilar utama:

Pengurangan Sampah dan Konservasi Sumber Daya: Implementasi pengelolaan sampah, konservasi energi, dan efisiensi air.

Pendidikan Karakter Lingkungan: Integrasi isu lingkungan ke dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran.

Partisipasi Komunitas: Keterlibatan aktif warga sekolah dan masyarakat sekitar dalam pelestarian alam.

Melalui pendekatan holistik ini, pemerintah menegaskan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kesadaran generasi muda. Sekolah yang peduli lingkungan diharapkan menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi yang selaras dengan kelestarian alam, mengatasi dampak perubahan iklim di masa depan.

Lumajang Catat Prestasi: Dua Sekolah Raih Adiwiyata Nasional
Di tengah penekanan dari pusat, daerah pun mencatatkan hasil positif. Kabupaten Lumajang menjadi salah satu daerah yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam implementasi program ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, mengonfirmasi bahwa dua sekolah di wilayahnya berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional 2025, yakni SMP Negeri 1 Tempeh dan MTs Negeri 1 Lumajang.

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor antara sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi pengingat bahwa pendidikan lingkungan harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hertutik.

Ia berharap semakin banyak sekolah di Lumajang yang aktif mengikuti Program Adiwiyata, sehingga kontribusi pendidikan lingkungan tidak hanya berhenti pada piagam penghargaan, tetapi benar-benar terwujud dalam praktik nyata pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Tujuannya jelas: memastikan setiap lulusan siap menghadapi tantangan global dengan mentalitas yang pro-lingkungan.

(Res)

 

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.