HeadlinePemerintahan

OPOP Jawa Timur Jajaki Pasar Global, 40 Delegasi Pesantren Sambangi KJRI Guangzhou

141
×

OPOP Jawa Timur Jajaki Pasar Global, 40 Delegasi Pesantren Sambangi KJRI Guangzhou

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id – Program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, One Pesantren One Product (OPOP), terus menunjukkan ambisinya untuk menembus pasar internasional. Kali ini, sebanyak 40 delegasi pesantren yang tergabung dalam rombongan OPOP Business Trip 2026 melakukan kunjungan resmi ke Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Guangzhou, Tiongkok, Senin (26/1/2026).

Kedatangan rombongan ini diterima langsung oleh Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Ben Perkasa Drajat, di Wisma KJRI. Kunjungan strategis tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kolaborasi internasional di tiga sektor utama: ekonomi, pendidikan, dan pengembangan usaha berbasis pesantren.

Dalam sambutannya, Ben Perkasa Drajat memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia menyebut delegasi OPOP Jatim sebagai rombongan terbesar yang pernah ia terima selama menjabat di Guangzhou.

“Kehadiran 40 delegasi pesantren ini adalah momen istimewa. Ini menunjukkan keseriusan pesantren di Jawa Timur untuk tidak hanya jago di kandang, tetapi juga berani menembus pasar global,” ujar Ben.

Diplomat asal Jawa Timur ini juga menyoroti aspek logistik yang mendukung kerja sama ini. Menurutnya, rute penerbangan langsung Guangzhou–Surabaya menjadi aset strategis yang mempermudah mobilitas pelaku usaha serta pengiriman komoditas antara kedua wilayah.

Dalam sesi pemaparan, Ben mengungkapkan bahwa pasar Tiongkok, khususnya di wilayah Guangzhou, memiliki minat yang sangat tinggi terhadap komoditas unggulan Indonesia.

“Komoditas seperti kopi dan kelapa memiliki peluang besar di sini. Kami di KJRI Guangzhou siap memfasilitasi pesantren Jawa Timur, mulai dari pengembangan produk hingga membuka akses ke jejaring pasar internasional,” tegasnya.

Sesi dialog berlangsung hangat dan interaktif. Perwakilan pesantren menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, terutama dalam penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan standarisasi produk agar mampu memenuhi regulasi pasar global yang ketat. Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menjelaskan bahwa misi ini membawa semangat “Pesantren Berdaya, Masyarakat Sejahtera.” Saat ini, tercatat sedikitnya 1.600 pondok pesantren telah bergabung dalam ekosistem OPOP.

“Kami terus melakukan kurasi terhadap ribuan produk pesantren. Fokus kami adalah membawa produk-produk ini naik kelas,” kata Gus Ghofirin. Ia juga menyampaikan salam dari pimpinan daerah Jawa Timur atas dukungan yang diberikan pihak konsulat.

Melalui dukungan KJRI Guangzhou, OPOP Jawa Timur berharap langkah ini menjadi katalisator bagi kemandirian ekonomi pesantren melalui jejaring internasional yang lebih luas. Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah yang mempererat sinergi antara pemerintah, diplomat, dan pelaku usaha pesantren. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.