SIDOARJO | analisapublik.id — Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau hasil pelaksanaan Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) di ruas BanjarKemantren–Prasung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan peningkatan kualitas jalan benar-benar berdampak pada konektivitas kawasan industri prioritas di Sidoarjo. Ruas ini dinilai strategis karena menjadi jalur distribusi barang sekaligus akses mobilitas warga setempat.

Keterangan Foto:
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memberikan keterangan kepada awak media saat meninjau hasil pelaksanaan Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) di ruas BanjarKemantren–Prasung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Proyek peningkatan jalan sepanjang 1,8 kilometer yang dibiayai APBN 2025 tersebut telah rampung 100 persen dan ditargetkan memperkuat konektivitas kawasan industri serta distribusi logistik.
Ilustrasi: analisapublik.id
Peningkatan jalan sepanjang 1,8 kilometer itu telah rampung 100 persen menggunakan anggaran APBN Tahun 2025. Saat ini, jalan sudah dimanfaatkan masyarakat dan pelaku usaha.
Program IJD sendiri digulirkan sebagai upaya percepatan perbaikan jalan daerah yang memiliki peran strategis namun terbatas dukungan anggarannya. Pemerintah pusat mendorong program ini untuk memperkuat konektivitas wilayah, menunjang distribusi logistik, serta mendukung agenda swasembada pangan dan energi.

Keterangan Foto: Infografis proyek peningkatan Jalan Banjar Kemantren–Prasung di Kabupaten Sidoarjo yang telah rampung 100 persen melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025. Ruas sepanjang 1,8 kilometer tersebut memperkuat konektivitas kawasan industri prioritas sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Dok. www.analisapublik.id
Dalam peninjauan tersebut, Menteri PU didampingi Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Marga Rakhman Taufik, Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali Javid Hurriyanto, jajaran pejabat administrator, kepala satuan kerja, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Kehadiran Menteri menjadi penegasan bahwa proyek yang telah selesai ini diharapkan memberi dampak langsung terhadap aktivitas industri dan perekonomian daerah.
Reporter : Ponco Drajat Santoso
Editor : Kiki Juanda











