HeadlinePemerintahan

Lumpur dan Ancaman Penyakit di Pidie Jaya, Aksi EMT Jatim Bersihkan Musala hingga Evakuasi Bangkai Ternak

257
×

Lumpur dan Ancaman Penyakit di Pidie Jaya, Aksi EMT Jatim Bersihkan Musala hingga Evakuasi Bangkai Ternak

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id — Harapan warga Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, untuk beribadah dengan tenang kembali terganjal. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur pada Rabu (24/12/2025) membuat banjir kembali merendam kawasan tersebut. Salah satu yang terdampak parah adalah Musala Meunasah Beurawang.

Emergency Medical Team (EMT) 4 Jawa Timur yang berada di lokasi melaporkan, ketinggian air mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Akibatnya, rumah ibadah tersebut kembali tertutup lumpur pekat.

“Kami bersama warga bergotong royong membersihkan musala agar dapat segera digunakan kembali untuk beribadah,” kata Koordinator EMT 4 Jawa Timur, Mukhamad Fathoni, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (25/12/2025).

Krisis Sanitasi dan Risiko Penyakit

Namun, lumpur di musala hanyalah puncak gunung es dari persoalan pascabencana di Pidie Jaya. Fathoni menyoroti kondisi sanitasi lingkungan yang kini berada pada titik memprihatinkan. Mayoritas fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) milik warga lumpuh total akibat tertimbun material banjir dan ketiadaan akses air bersih.

Kondisi ini memaksa sebagian warga melakukan pembuangan tinja secara terbuka. Praktik darurat ini dikhawatirkan akan memicu wabah penyakit menular jika tidak segera ditangani.

Sebagai langkah intervensi cepat, tim EMT 4 Jatim mulai melakukan sterilisasi sumber air. “Kami memasang diffuser kaporit pada sumur Musala Meunasah Beurawang yang selama ini menjadi tumpuan warga untuk mendapatkan air bersih,” jelas Fathoni.

Ia menekankan bahwa dalam situasi bencana, urusan sanitasi memiliki urgensi yang setara dengan pelayanan medis. “Masalah sanitasi pascabencana tidak boleh diabaikan karena berdampak langsung pada kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Ancaman dari Bangkai Ternak

Persoalan kesehatan lingkungan semakin kompleks dengan temuan belasan bangkai ternak yang mulai membusuk. Berdasarkan asesmen pada 24 Desember, tercatat sedikitnya 14 ekor sapi mati akibat terseret arus banjir.

Untuk mencegah pencemaran udara dan penyebaran kuman, EMT 4 Jawa Timur bersama Kementerian Kesehatan melakukan penyemprotan disinfektan, pestisida, serta cairan penghilang bau pada bangkai-bangkai tersebut. Rencananya, proses penguburan massal baru akan dilakukan pada Sabtu (27/12/2025).

Bagi EMT 4 Jawa Timur, penanganan di Pidie Jaya saat ini membutuhkan pendekatan terpadu. Bukan sekadar pengobatan luka fisik, namun juga pemenuhan logistik dan perbaikan infrastruktur sanitasi dasar guna mencegah terjadinya krisis kesehatan lanjutan yang lebih besar.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.