HeadlinePeristiwa

Ledakan Pakuwon City Akibatkan Lima Korban Luka Bakar, Ini Penjelasan Polisi

5915
×

Ledakan Pakuwon City Akibatkan Lima Korban Luka Bakar, Ini Penjelasan Polisi

Sebarkan artikel ini
Ledakan di Pakuwon City Surabaya melukai lima orang dan menyebabkan 41 bangunan terdampak, termasuk lima bangunan mengalami kerusakan parah.

Surabaya, Analisapublik.id – Ledakan keras mengguncang Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi, menyebabkan lima orang terluka dan 41 bangunan terdampak.

Kelima korban merupakan karyawan rumah makan yang saat kejadian sedang beraktivitas memasak.

Mereka yakni Liutami Matul Khoiriyah (23), Windy Pratama (30), Eky (27), Kholifa (27), dan Moch Syofan (19).

Liutami mengalami luka bakar pada wajah, leher, kedua tangan, dan paha, sedangkan Windy mengalami luka bakar pada tangan kanan dan wajah.

Sementara Eky mengalami luka bakar pada kedua lengan, Kholifa mengalami luka robek pada lutut kanan serta luka bakar pada siku dan rambut, sedangkan Moch Syofan mengalami luka bakar pada bagian kening.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, lima korban terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan, dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis.

“Korban saat ini ada empat korban laki-laki, kemudian satu korban perempuan. Sudah dirawat di Rumah Sakit,” kata Luthfie.

Empat korban sempat mendapat perawatan di RSUD Haji Surabaya, sedangkan satu korban langsung dibawa ke RSUD Dr Soetomo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dari empat korban yang dirawat di RSUD Haji, kondisi luka bakar dilaporkan berkisar 13 hingga 18 persen dan dua korban direncanakan menjalani perawatan intensif di ICU, sementara korban lainnya juga dipersiapkan untuk dirujuk ke RSUD Dr Soetomo.

Selain menyebabkan korban luka, ledakan tersebut juga berdampak pada bangunan di sekitar lokasi.

Polisi menyebut terdapat 41 bangunan terdampak, dengan lima bangunan mengalami kerusakan parah dan 15 rumah di bagian belakang lokasi turut terdampak.

Tim Jibom yang melakukan pemeriksaan di lokasi juga tidak menemukan kandungan bahan peledak.

“Untuk TKP sudah kita lakukan olah TKP, saat ini Jibom juga sudah melakukan olah TKP dan meyakinkan sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan bahan peledak,” ujar Luthfie.

Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan, sementara dugaan awal mengarah pada kebocoran gas LPG saat aktivitas memasak berlangsung.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.