HeadlinePemerintahan

Lawan Provokasi Ormas , Eri Cahyadi Deklarasikan Sumpah 100% Arek Suroboyo

180
×

Lawan Provokasi Ormas , Eri Cahyadi Deklarasikan Sumpah 100% Arek Suroboyo

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Di bawah bayang-bayang lampu Plaza Internatio yang bersejarah, ribuan pemuda dari berbagai penjuru Surabaya berkumpul. Bukan sekadar seremonial, kehadiran mereka pada Senin (29/12/2025) malam itu membawa misi krusial: memadamkan api diskriminasi yang sempat memercik di Kota Pahlawan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) resmi menggelar deklarasi “Sumpah 100% Arek Suroboyo”. Ikrar ini menjadi respons atas rentetan isu sensitif terkait sentimen suku dan tindakan premanisme yang belakangan menghantui warga kota.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang hadir didampingi Ketua TP PKK Rini Indriyani, berdiri di mimbar dengan nada bicara yang tegas namun sarat emosi. Ia memperingatkan para pemuda, mulai dari Karang Taruna hingga komunitas lintas etnis, agar tidak menjadi “bahan bakar” bagi pihak-pihak yang ingin memicu konflik horizontal.

“Arek-arek Surabaya jangan pernah terprovokasi. Jangan pernah Arek Surabaya diadu,” tegas Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri itu di hadapan massa.

Trauma Pengrusakan dan Bayang-bayang Sentimen Suku

Deklarasi ini tak muncul dari ruang hampa. Cak Eri menyinggung insiden pengrusakan rumah seorang nenek yang terjadi beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut menjadi mematikan ketika berkembang menjadi isu diskriminasi terhadap suku tertentu.

Bagi Eri, membiarkan sentimen suku berkembang adalah ancaman bagi DNA Surabaya yang sejak dulu dibangun oleh keragaman karakter etnis. Ia meminta pemuda Surabaya untuk berani bersikap tegas melawan diskriminasi, namun tetap berpijak pada koridor hukum.

“Surabaya ketika terjadi hal seperti itu (diskriminasi) tidak boleh diam. Surabaya harus tegas berani menentukan,” ujarnya. Ia pun memberikan apresiasi kepada kepolisian yang bergerak cepat meringkus pelaku pengrusakan sebagai bukti bahwa hukum adalah panglima, bukan kekuatan massa.

Lahirnya Satgas Anti Premanisme

Sebagai langkah konkret pasca-deklarasi, Cak Eri mengumumkan pembentukan Satgas Anti Premanisme. Tim khusus ini tidak hanya melibatkan birokrasi, tetapi merupakan koalisi besar antara TNI, Polri, Kejaksaan, hingga para pemimpin suku di Surabaya.

Cak Eri menegaskan, tidak ada ruang bagi tindakan intimidasi di wilayahnya. “Hari ini tidak ada lagi premanisme di Kota Surabaya. Kita harus berani melawan premanisme. Kita harus satu, tapi dengan sisi hukum yang berjalan,” ucapnya.

Eri bahkan berencana mengumpulkan seluruh organisasi masyarakat (ormas) dan perwakilan suku se-Surabaya pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025, untuk berikrar massal melawan premanisme.

Masa Depan di Tangan Pemuda

Di akhir orasinya, Cak Eri menitipkan pesan simbolis bagi generasi muda. Ia menyebut pemerintah hanyalah penjaga sementara, namun nasib kota sepenuhnya ada di pundak pemuda.

“Saya titipkan Kota Surabaya kepada pemuda. Jangan pernah mau rumah kita dibakar, dirusak oleh orang lain, dijadikan perang suku,” pungkas Eri dengan nada getir.

Deklarasi “Sumpah 100% Arek Suroboyo” ini diharapkan menjadi titik balik bagi kembalinya rasa aman di Surabaya, sekaligus memutus rantai premanisme yang kerap bersembunyi di balik tameng identitas kelompok. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.