Surabaya, analisapublik.id – Lebih dari seribu siswa SMA/SMK dari berbagai daerah di Indonesia unjuk gigi dalam ajang Jagoan Hosting Infra Competition (JHIC) 2025 di Surabaya. Kompetisi ini menantang para pelajar untuk menciptakan website sekolah yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan digital masa kini.
General Manager Jagoan Hosting, Andy Novianto, menjelaskan bahwa kompetisi ini bertujuan mendorong siswa untuk merancang website yang menarik, efisien, dan selaras dengan kebutuhan unik setiap sekolah. “Setiap sekolah punya kebutuhannya sendiri-sendiri, jadi bagaimana website itu bisa semenarik, bisa se-efisien, dan teknologinya bisa selaras,” katanya.
JHIC 2025, yang merupakan kolaborasi antara Jagoan Hosting, Komunitas Digital Indonesia (Komdigi), dan Maspion IT, diikuti oleh 1.272 pelajar yang terbagi dalam 318 tim. Kompetisi ini berlangsung selama tiga bulan dan diisi dengan pendampingan materi digital.
Okky Tri Hutomo, Direktur Maspion IT, menekankan pentingnya peran website sekolah di era kecerdasan buatan (AI). “AI mengambil data dari internet. Kalau sekolah tak rajin memperbarui website, jangan heran jika nama sekolah tidak terbaca AI,” ujarnya.
Setelah babak penyisihan, peserta akan mengikuti bootcamp gratis yang berisi pelatihan coding, keamanan siber, dan desain fungsional situs. Selain itu, pemenang akan mendapatkan beasiswa dan trofi.
Plt Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menambahkan bahwa kompetisi ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara industri dan pemerintah untuk memajukan literasi digital. “Potensi generasi muda kita tidak hanya di kota besar, akses digital harus inklusif,” katanya.
Partisipasi pelajar dari berbagai daerah seperti Papua, Sulawesi, hingga Kalimantan, membuktikan bahwa JHIC 2025 adalah wadah bagi pelajar Indonesia untuk tidak hanya membangun identitas sekolah di dunia maya, tetapi juga untuk melangkah ke panggung global.






