HeadlinePemerintahan

Hujan Deras Picu Longsor Batang Jawa Tengah , Enam Rumah di Bandar dan Reban Terdampak

×

Hujan Deras Picu Longsor Batang Jawa Tengah , Enam Rumah di Bandar dan Reban Terdampak

Sebarkan artikel ini

BATANG, analisapublik.id – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memicu bencana tanah longsor di dua titik berbeda pada Jumat, 16 Januari 2026. Sebanyak enam rumah warga dilaporkan terdampak material tanah akibat tebing yang luruh.

Titik longsor terparah berada di Dukuh Tampingan, Desa Tombo, Kecamatan Bandar. Di lokasi ini, tebing setinggi beberapa meter longsor dan mengenai empat rumah warga yang terletak di lingkungan RT 02/RW 01.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Muhammad Fajri, mengonfirmasi bahwa laporan awal diterima melalui pihak Kecamatan Bandar. Ia menyebut durasi hujan yang lama menjadi pemicu utama labilnya kondisi tanah.

“Di Dukuh Tampingan, longsoran tebing mengenai empat rumah warga. Pembersihan sempat dilakukan secara mandiri oleh warga sekitar,” ujar Fajri saat memberikan keterangan, Jumat malam.

Berdasarkan data BPBD Batang, empat rumah yang terdampak di Desa Tombo adalah milik Atmari, Marjiun, Lukman, dan Wahudi. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian belakang dan samping bangunan.

“Rumah milik Atmari mengalami kerusakan di bagian dapur, sementara rumah milik Marjiun, Lukman, dan Wahudi mengalami kerusakan pada bagian tembok,” jelasnya.

Warga setempat sempat bergotong-royong melakukan pembersihan material secara mandiri. Namun, proses evakuasi tanah dihentikan sementara demi alasan keamanan.

“Karena sudah mendekati waktu Maghrib dan kondisi di lapangan semakin gelap, pembersihan ditunda dan akan dilanjutkan Sabtu pagi. BPBD juga akan mengerahkan personel ke lokasi untuk membantu warga,” tambah Fajri.

Selain di Bandar, bencana serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Reban, Kecamatan Reban. Di lokasi kedua ini, tebing yang gugur mengenai dua rumah warga. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada kerusakan berat maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Fajri menjelaskan bahwa longsor terjadi secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda geologis sebelumnya. Kondisi tanah yang menjadi lembek dan labil akibat resapan air hujan ditengarai menjadi penyebab utama.

“Hujan deras membuat struktur tebing menjadi tidak stabil hingga akhirnya gugur. Berdasarkan pengamatan sementara, tingkat kerusakan di kedua lokasi masih tergolong ringan,” terangnya.

Hingga saat ini, BPBD Batang menilai belum diperlukan langkah pengungsian bagi warga terdampak. Meski begitu, pihak berwenang meminta pemerintah desa dan aparat setempat untuk terus memantau pergerakan tanah di area rawan.

Warga yang tinggal di bawah tebing diminta tetap waspada, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. “Apabila muncul retakan baru atau tanda-tanda longsor susulan yang membahayakan, kami meminta warga segera mengungsi ke tempat kerabat atau lokasi yang lebih aman,” pungkas Fajri.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.