Pendidikan

Gebrakan Pendidikan Jatim: Khofifah Bangun 18 Sekolah Rakyat Terpadu, Sampang Miliki Lahan Terluas se-Nusantara

13
×

Gebrakan Pendidikan Jatim: Khofifah Bangun 18 Sekolah Rakyat Terpadu, Sampang Miliki Lahan Terluas se-Nusantara

Sebarkan artikel ini

analisapublik.id |Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah menyiapkan sebuah langkah progresif untuk pemerataan akses pendidikan dengan membangun 18 Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) berstatus permanen. Program ini dirancang sebagai fasilitas pendidikan gratis yang menyasar keluarga prasejahtera di wilayah Jatim.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan pengembangan dari proyek rintisan (hanya mencakup SMP dan SMA) yang sebelumnya telah berjalan di Banyuwangi dan Ponorogo. Transformasi menuju 18 SRT permanen ini digagas sebagai strategi konkret untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus memutus belenggu kemiskinan struktural.

“Fasilitas ini dikhususkan bagi masyarakat kelompok ekonomi terbawah, yakni Desil 1 dan Desil 2. Ini adalah solusi paling efektif untuk memotong mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan yang inklusif dan berkualitas,” papar Khofifah dalam keterangan resminya di Surabaya, Rabu (22/7/2026).

Mega Proyek Pendidikan di Sampang

Satu dari belasan SRT permanen yang paling menonjol saat ini tengah dikebut pembangunannya di Kabupaten Sampang. Khofifah yang meninjau langsung lokasi proyek pada Selasa (21/7/2026) mengungkapkan bahwa sekolah ini mengusung konsep pendidikan terpadu satu atap—menyatukan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan.

Baca Juga:  JMSI Jawa Timur Gelar Pelantikan Pengurus 2025–2030 dan FGD Pers Profesional di Surabaya

Menariknya, kawasan pendidikan di Sampang ini berdiri di atas lahan seluas 12 hektare. Luasan tersebut menjadikannya sebagai area Sekolah Rakyat Terpadu paling besar di seluruh Indonesia.

Guna menunjang kelayakan belajar mengajar, Pemprov Jatim tidak main-main dalam membangun infrastruktur. Kawasan mandiri ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, mulai dari asrama siswa, ruang kelas belajar, laboratorium, masjid, gedung serbaguna, hingga sarana olahraga.

Penyelesaian megaproyek ini ditargetkan berpacu dengan waktu. Seluruh fasilitas fisik dituntut rampung sebelum dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026 mendatang.

Sistem Seleksi Ketat dan Tepat Sasaran

Pada tahun ajaran perdana 2026/2027, SRT Sampang akan menerima angkatan pertamanya dengan kuota sebanyak 224 peserta didik.

Demi memastikan kursi pendidikan ini benar-benar jatuh ke tangan yang berhak, sistem rekrutmen dilakukan dengan pengawasan ketat. Pemprov Jatim tidak membuka pendaftaran umum biasa, melainkan berkolaborasi langsung dengan akar rumput, seperti Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta para relawan sosial. Keterlibatan mereka bertujuan untuk menyisir dan menjaring anak-anak yang valid masuk dalam kategori keluarga sangat miskin dan miskin.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.