EkbisHeadlinePemerintahan

Cetak Generasi Emas 2045 BKKBN Soroti Pentingnya Nutrisi Dini dan Penurunan Stunting

360
×

Cetak Generasi Emas 2045 BKKBN Soroti Pentingnya Nutrisi Dini dan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, analisapublik.id – Generasi unggul tidak lahir begitu saja, melainkan perlu dibentuk sejak dalam kandungan. Untuk mewujudkan Generasi Emas 2045, investasi pada nutrisi anak harus dimulai sejak dini. Pesan krusial ini mengemuka dalam forum Diseminasi Kaji Reka (Kajian Rekomendasi Kebijakan) Seri-II/2025 yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Jakarta, Senin (14/7/2025).

Menurut Wakil Menteri Kependukbangga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menuju Generasi Emas 2045 bukan hanya bicara perubahan, namun saatnya menciptakan solusi nyata. “Kini saatnya kita melangkah bersama, dari data ke kebijakan, dari ide ke aksi nyata,” tegasnya.

Isyana menyebut kegiatan ini sebagai forum strategis untuk menyatukan kekuatan ilmu pengetahuan, praktik di lapangan, dan arah kebijakan yang berpihak pada ketahanan keluarga. “Kegiatan ini sungguh merupakan momen istimewa. Di sinilah kolaborasi intelektual dan kepemimpinan strategis dari para SDM potensial BKKBN diwujudkan untuk merumuskan kebijakan yang berdampak nyata bagi keluarga Indonesia,” ujarnya.

Stunting, Cerminan Tantangan Multidimensi
Isyana juga mengingatkan bahwa stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi merupakan cerminan dari tantangan multidimensi, mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi yang saling berkaitan. “Maka, upaya penurunannya harus dilakukan secara lintas sektor dan berkesinambungan,” pesannya.

Baca Juga:  Cegah Stunting di Bojonegoro , Ketua Tim Penggerak PKK Perkuat Gizi Dengan Program Gerimis Madu dan Ikan

Data menunjukkan bahwa prevalensi stunting berhasil turun dari 21,5 persen pada 2023 menjadi 19,8 persen pada 2024. Namun, ia menegaskan bahwa pekerjaan besar masih menanti. “Tantangan kita belum selesai. Kita butuh langkah yang lebih terarah dan kolaborasi yang lebih kuat ke depan,” katanya.

Intervensi Sejak Dini & Penguatan Keluarga Berencana Kunci Sukses
Isyana menekankan bahwa upaya pencegahan stunting dimulai sejak masa pra-kehamilan, terutama bagi remaja putri dan calon pengantin. Penanganan menyeluruh harus mencakup kehamilan sehat, pemberian ASI eksklusif, hingga pemenuhan gizi dan stimulasi anak secara tepat.

“Semua itu tidak dapat dicapai tanpa dukungan keluarga yang terencana. Karena itu, sinergi antara intervensi gizi spesifik dan penguatan program Keluarga Berencana menjadi kunci melahirkan generasi unggul,” ujarnya.

Melalui diseminasi ini, Kemendukbangga berharap lahirnya rumusan dan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, relevan, dan berbasis bukti. Karena keberhasilan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui strategi yang terukur, terintegrasi, dan dijalankan bersama. (Res)