Jember, analisapublik.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait, resmi mencabut Surat Edaran (SE) mengenai kebijakan sekolah daring dan work from anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember. Keputusan ini diambil setelah distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Jember kembali normal.
“Setelah mendapatkan laporan dari Pertamina bahwa kondisi BBM sudah kembali normal dan aman, maka Pemkab Jember akan mengaktifkan kembali proses pembelajaran di sekolah dan ASN mulai masuk seperti sedia kala yang berlaku mulai Senin, 4 Agustus,” kata Fawait dalam konferensi pers di Wisata Rembangan Jember, Jumat petang.
Fawait menjelaskan bahwa kelangkaan BBM di Jember telah berakhir berkat kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, Pertamina, dan DPR RI. “Alhamdulillah Jember menjadi kabupaten dengan penanganan krisis BBM tercepat di seluruh Indonesia dibandingkan daerah lain yang butuh waktu berminggu-minggu. Kabupaten Jember hanya 4 hari mengatasi kelangkaan BBM,” ujarnya bangga.
Dengan dicabutnya SE tersebut, sekolah daring dan penerapan WFA bagi ASN juga berakhir seiring dengan lancarnya distribusi BBM dan tidak adanya lagi antrean panjang di seluruh SPBU di Kabupaten Jember.
Dinas Pendidikan Jember akan segera menindaklanjuti pencabutan SE sekolah daring ini ke jenjang pendidikan PAUD, SD, dan SMP, sehingga para siswa dapat kembali belajar di sekolah pada 4 Agustus 2025.
Pasokan BBM di Jember Dipastikan Aman
Sales Branch Manager Rayon II PT Pertamina Patra Niaga, Hendra Saputra, menegaskan bahwa pasokan BBM di seluruh SPBU Jember sudah aman dan tidak ada lagi antrean panjang. “Per 1 Agustus 2025, semua stok BBM di SPBU Jember aman dan kami pastikan stok bahan bakar selalu tersedia. Kondisi sudah normal kembali. Insya Allah saat ini semua jenis BBM tersedia di seluruh SPBU Jember,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Jember menerbitkan SE terkait sekolah daring dan WFA bagi ASN pada 29 Juli 2025. Kebijakan ini merupakan dampak dari kelangkaan BBM di Kabupaten Jember akibat keterlambatan distribusi, yang disebabkan oleh penutupan jalur Gumitir dan kemacetan di Pelabuhan Ketapang.( wa/ar)





