
JAMBI – analisapublik.id | Gangguan serius terjadi pada sistem perbankan Bank Jambi. Dugaan serangan siber menyebabkan sekitar Rp143 miliar dana nasabah hilang. Sebanyak 6.600 rekening terdampak setelah muncul transaksi tidak wajar pada Minggu 22 Februari 2026.
Kasus ini kini ditangani Polda Jambi. Penyidik memanggil Direktur Utama Bank Jambi bersama sejumlah pejabat manajemen untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pembobolan sistem keamanan bank daerah tersebut.
Data awal yang dihimpun aparat menunjukkan potensi kerugian mencapai Rp143 miliar. Nilai tersebut masih bersifat sementara karena menunggu verifikasi dari Otoritas Jasa Keuangan.
Taufik menyampaikan estimasi kerugian awal sekitar Rp143 miliar. Nilai final akan ditentukan setelah proses pemeriksaan OJK selesai.
Penyidik mendalami dugaan serangan siber yang memicu transaksi tidak normal pada ribuan rekening. Tim investigasi menelusuri jalur serangan digital serta kemungkinan celah pada sistem keamanan Bank Jambi.
Insiden ini juga memicu gangguan layanan perbankan. Mobile banking dan jaringan ATM Bank Jambi tidak dapat diakses selama lebih dari sebelas hari.
Manajemen bank menyatakan penghentian layanan dilakukan untuk kepentingan audit forensik sistem. Pemeriksaan melibatkan pihak ketiga untuk menelusuri sumber gangguan dan pola transaksi mencurigakan.
Akibat layanan digital berhenti, banyak nasabah harus datang langsung ke kantor cabang untuk melakukan transaksi. Antrean panjang terjadi hampir setiap hari sejak gangguan sistem muncul.
Pihak Bank Jambi menyatakan pengembalian dana kepada nasabah mulai dilakukan secara bertahap. Namun manajemen belum menjelaskan secara terbuka sumber dana yang digunakan untuk mengganti kerugian nasabah.
Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia hingga kini belum menyampaikan keterangan resmi mengenai hasil audit awal serta nilai kerugian final dari insiden ini.
Penyelidikan kepolisian dan audit forensik sistem masih berjalan. Aparat berupaya memastikan sumber peretasan serta menilai apakah terdapat kelalaian dalam pengamanan sistem perbankan yang memicu kerugian besar bagi nasabah.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi keamanan sistem perbankan daerah. Hasil audit forensik dan penyelidikan polisi akan menentukan apakah insiden ini murni serangan siber atau terdapat kelalaian dalam pengelolaan sistem keamanan bank.
Reporter: Rangga Saputra
Editor: Redaksi analisapublik.id






