GRESIK, ANALISA PUBLIK — Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memberikan perhatian langsung terhadap laporan seorang perempuan yang mengaku mendapat ancaman dan dugaan pemerasan dari pihak yang disebut berkaitan dengan penagihan pinjaman online atau pinjol.
Perempuan tersebut mendatangi SPKT Polsek Manyar, Kabupaten Gresik, dalam kondisi menangis. Pada saat bersamaan, Kapolres Gresik tengah melakukan kunjungan kerja ke Polsek Manyar sehingga mengetahui langsung kondisi pelapor.
Setelah menerima keterangan awal, polisi kemudian mengarahkan dan mengantar pelapor ke Polres Gresik agar perkara tersebut dapat ditangani serta didalami lebih lanjut.
“Kebetulan hal yang dilaporkan adalah terkait dengan kegiatan pinjol. Kami melayani pelapor tersebut yang kebetulan kami melihat ibu-ibu sedang menangis di SPKT Polsek Manyar,” kata AKBP Ramadhan Nasution di Mapolres Gresik, Rabu (7/10/2026).
Berdasarkan keterangan awal yang diterima kepolisian, pelapor mengaku mendapat ancaman melalui sebuah nomor telepon yang disebut berkaitan dengan pinjaman online.
Ancaman tersebut, menurut pelapor, berupa penyebaran data pribadi hingga sejumlah gambar yang disebut sebagai foto syur. Namun, pelapor membantah bahwa foto yang digunakan untuk mengancam tersebut merupakan foto dirinya.
“Kebetulan kami mengecek langsung memang ada pemerasan dan ancaman yang diberikan oleh salah satu nomor yang mengaku dari pinjaman yang dilakukan oleh seseorang,” ujar Kapolres.
Korban Mengaku Sudah Transfer Hampir Rp3 Juta
Dalam pemeriksaan awal, pelapor juga mengaku telah beberapa kali mentransfer uang kepada pihak yang menghubunginya.
Total uang yang telah dikirim disebut mencapai sekitar Rp2,9 juta atau mendekati Rp3 juta.
Polisi kini mendalami keterkaitan transaksi tersebut dengan ancaman yang diterima pelapor. Penyelidik juga menelusuri nomor telepon yang digunakan untuk menghubungi korban serta identitas pihak di balik komunikasi tersebut.
Satreskrim Polres Gresik turut mendalami bukti percakapan, riwayat transaksi keuangan, pola komunikasi, serta informasi lain yang dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa.
Kapolres menjelaskan, pelapor langsung diarahkan ke Polres Gresik setelah dirinya bersama Kapolsek Manyar melihat perempuan tersebut menangis di ruang pelayanan SPKT.
“Saat itu karena saya melihat langsung dan Kapolsek melihat langsung dari masyarakat tersebut menangis di penjagaan SPKT, jadi kami langsung berinisiatif untuk mengantar orang tersebut sebagai pelapor ke Polres Gresik untuk ditangani langsung di SPKT,” jelasnya.
Polisi Telusuri Pihak di Balik Ancaman
Polres Gresik menegaskan penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap identitas pihak yang diduga melakukan ancaman maupun pemerasan terhadap pelapor.
Kepolisian juga mendalami kemungkinan adanya korban lain dengan modus serupa, khususnya di wilayah Kabupaten Gresik.
“Saat ini kami sedang melaksanakan penyelidikan, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terungkap, supaya tidak ada korban-korban lainnya di wilayah Gresik khususnya,” pungkas AKBP Ramadhan Nasution.
Hingga berita ini diterbitkan, identitas pihak yang menghubungi pelapor maupun keterkaitannya dengan perusahaan pinjaman online tertentu belum dipastikan oleh kepolisian.
Karena perkara masih berada pada tahap penyelidikan, dugaan ancaman dan pemerasan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut berdasarkan alat bukti serta proses hukum yang berlaku.
Reporter: Bhayu Indarto
Editor: Aris Setyoadji






