Headlineinfopol

HUT Ke-81 TNI, Prajurit Diminta Jadikan PRIMA Budaya Pengabdian

1566
×

HUT Ke-81 TNI, Prajurit Diminta Jadikan PRIMA Budaya Pengabdian

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, ANALISA PUBLIK — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Jawa Timur berlangsung khidmat di Lapangan Markas Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Senin (5/10/2026).

Upacara diikuti ratusan peserta dari unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan TNI.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya. Upacara turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Tema tersebut menegaskan bahwa kekuatan TNI tidak dapat dilepaskan dari kebersamaan dengan rakyat, sekaligus memperkuat komitmen menjaga kedaulatan, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Pangkoarmada II, seluruh prajurit dan ASN TNI diminta menjadikan nilai PRIMA—Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif—sebagai budaya dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian.

Nilai Profesional menuntut setiap prajurit menguasai tugas dan tanggung jawab, meningkatkan kemampuan melalui latihan, serta menjalankan tugas dengan integritas dan berlandaskan hukum.

Responsif berarti mampu mengenali perkembangan dan potensi ancaman sejak dini, kemudian bertindak cepat, tepat, dan terukur ketika negara maupun rakyat membutuhkan kehadiran TNI.

Sementara Integratif menekankan pentingnya sinergi antarmatra sekaligus kolaborasi dengan seluruh komponen bangsa dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung pembangunan.

Modern menuntut penguasaan alat utama sistem senjata dan perkembangan teknologi pertahanan. Adapun Adaptif mengharuskan setiap prajurit mampu menjadikan pengalaman penugasan sebagai pembelajaran serta menyesuaikan kemampuan dengan perubahan ancaman dan lingkungan strategis.

Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya menegaskan, kesiapan tersebut telah diwujudkan melalui keterlibatan TNI dalam berbagai penugasan, mulai dari operasi kemanusiaan, penyelamatan hingga pengamanan wilayah perbatasan.

Berbagai tantangan itu menuntut kesiapan personel dan satuan yang semakin tinggi, didukung penguasaan teknologi, peningkatan kompetensi, serta pola kerja yang mampu menyesuaikan diri dengan dinamika pertahanan dan keamanan.

Di samping menjalankan tugas pokok menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, TNI juga dituntut terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dan seluruh komponen bangsa.

Kedekatan TNI dengan rakyat menjadi salah satu fondasi kekuatan pertahanan nasional. Sinergi tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas, memperkokoh persatuan serta meningkatkan ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.

Peringatan HUT ke-81 TNI di Jawa Timur pun menjadi momentum untuk memperteguh komitmen seluruh prajurit dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa Indonesia.

Semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat” diharapkan tidak berhenti sebagai tema peringatan, melainkan diwujudkan dalam setiap pengabdian melalui prajurit yang semakin profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif menghadapi perkembangan zaman dan tantangan tugas.

Reporter: Bhayu Indarto
Editor: Aris Setyoadji

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.