SURABAYA, ANALISA PUBLIK — Pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur II di Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, dan Pacitan disebut telah mencapai progres fisik 100 persen.
Informasi terbaru yang diterima Redaksi ANALISA PUBLIK menyebutkan seluruh pekerjaan fisik pada empat lokasi tersebut telah diselesaikan. Seiring rampungnya konstruksi, staf dan pekerja harian yang masih bertugas dijadwalkan cut off pada 10 Oktober 2026.
Capaian tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah pada pertengahan September 2026 progres empat lokasi masih berada pada kisaran 98 persen.
Berdasarkan data pemerintah yang dipublikasikan pada 16 September 2026, progres Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun saat itu mencapai 98,66 persen, Nganjuk 98,50 persen, Ngawi 98,55 persen, dan Pacitan 98,87 persen.
Data tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, Saiful Islam, dalam Media Briefing di Surabaya.
Dengan perkembangan terbaru, sisa pekerjaan sekitar 1 hingga 1,5 persen yang masih tercatat pada pertengahan September disebut telah dituntaskan hingga mencapai 100 persen.
Paket pembangunan empat Sekolah Rakyat Jatim II tersebut bernilai sekitar Rp911,487 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.
PT Brantas Abipraya (Persero) selaku pelaksana sebelumnya melakukan percepatan pekerjaan dengan menekankan kualitas konstruksi dan penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Pembangunan tidak hanya mencakup ruang belajar, tetapi juga asrama serta berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas pendidikan dan kehidupan siswa.
Di Kabupaten Ngawi, sejumlah fasilitas bahkan telah digunakan sebelum seluruh pekerjaan dinyatakan rampung. Saat Menteri Sosial Saifullah Yusuf berkunjung pada 19 September 2026, gedung permanen Sekolah Rakyat telah dimanfaatkan sekitar 220 siswa.
Pekerja Harian Cut Off 10 Oktober
Rampungnya pekerjaan fisik juga diikuti berkurangnya aktivitas tenaga kerja proyek. Informasi yang diterima Redaksi menyebutkan staf dan pekerja harian dijadwalkan cut off pada 10 Oktober 2026.
Meski progres fisik telah mencapai 100 persen, tahapan pemeriksaan akhir, penyelesaian pekerjaan minor, pengecekan utilitas, administrasi, serta proses serah terima tetap menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak.
Rampungnya empat lokasi tersebut sekaligus membuka peluang pemanfaatan fasilitas Sekolah Rakyat secara penuh untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Reporter: Rijen Senario
Editor: Aris Setyoadji






