Headline

Sehari Usai Dilantik, Kapolri Suyudi Rotasi 88 Pati dan Pamen

1802
×

Sehari Usai Dilantik, Kapolri Suyudi Rotasi 88 Pati dan Pamen

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, ANALISA PUBLIK — Sehari setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan rotasi dan mutasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri.

Pergeseran jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi mencakup sejumlah posisi strategis, mulai dari pejabat utama Mabes Polri hingga pimpinan kepolisian daerah.

Dari 88 personel yang tercantum dalam mutasi tersebut, sebanyak 70 personel mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru. Rotasi juga mencakup pergantian 19 Kapolda, pergeseran 14 pejabat utama Mabes Polri, serta kenaikan tingkat kepangkatan terhadap 21 personel.

Suyudi Ario Seto sebelumnya resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Komjen Pol Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri.

Pelantikan keduanya berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri serta Keputusan Presiden Nomor 97/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakapolri.

Sehari berselang, Jumat (2/10/2026), telegram mutasi dan rotasi jajaran Polri diterbitkan.

Salah satu pergeseran yang menjadi perhatian di Jawa Timur adalah penunjukan Irjen Pol Dekananto Eko Purwono sebagai Kapolda Jawa Timur.

Dekananto yang sebelumnya menjabat Wakapolda Metro Jaya dipercaya menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto. Nanang mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Pergantian juga terjadi pada posisi Wakapolda Jawa Timur. Brigjen Pol Pasma Royce yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut mendapat promosi menjadi Kapolda Bali menggantikan Irjen Pol Daniel Adityajaya.

19 Kapolda Berganti

Rotasi kali ini mencakup pergantian pimpinan pada 19 kepolisian daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Irjen Pol Dadang Hartanto ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya. Sementara jabatan Kapolda Maluku dipercayakan kepada Irjen Pol Suwondo Nainggolan.

Di Kepulauan Riau, jabatan Kapolda dipercayakan kepada Irjen Pol Suhendri, sedangkan Irjen Pol Arman Achdiat ditunjuk sebagai Kapolda Riau.

Irjen Pol Reza Arief Dewanto mendapat penugasan sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur, sementara Irjen Pol Hengki dipercaya memimpin Polda Jawa Barat.

Pergantian juga terjadi di Banten dengan penunjukan Brigjen Pol Hendra Kurniawan sebagai Kapolda Banten.

Di Jawa Tengah, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan dipercaya menjadi Kapolda Jawa Tengah menggantikan Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang mendapat penugasan sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri.

Untuk Jawa Timur, posisi Kapolda dipercayakan kepada Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, sedangkan Brigjen Pol Pasma Royce mendapat promosi sebagai Kapolda Bali.

Sementara itu, Irjen Pol Jawari ditunjuk sebagai Kapolda Sumatera Barat dan Irjen Pol M. Awal Chairuddin sebagai Kapolda Sulawesi Selatan.

Irjen Pol Widodo dipercaya menjadi Kapolda Jambi, sedangkan Irjen Pol Nurworo Danang mendapat penugasan sebagai Kapolda Gorontalo.

Di Sumatera Utara, jabatan Kapolda dipercayakan kepada Brigjen Pol Sonny Irawan, sementara Brigjen Pol Rony Samtana ditunjuk sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

Rotasi juga menempatkan Irjen Pol Rizal Irawan sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Totok Suharyanto sebagai Kapolda Sulawesi Barat, serta Irjen Pol Langgeng Purnomo sebagai Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan demikian, sebanyak 19 kepolisian daerah mengalami pergantian pimpinan dalam rangkaian mutasi tersebut.

14 Pejabat Utama Mabes Polri Bergeser

Rotasi tidak hanya menyentuh jajaran kepolisian daerah. Sebanyak 14 pejabat utama Mabes Polri juga mendapat penugasan baru.

Komjen Pol Asep Edi Suheri ditunjuk sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.

Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti dipercaya menjadi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, sedangkan Irjen Pol Asep Safrudin mendapat penugasan sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Irjen Pol Hery Herjawan ditunjuk sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, sementara Irjen Pol Rudi Darmoko dipercaya menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.

Irjen Pol Andik Setiyono mendapat penugasan sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena).

Sementara itu, Brigjen Pol Agus Dwi Hermawan ditunjuk sebagai Asisten Logistik (Aslog) Kapolri dan Brigjen Pol Deni Dharmapala sebagai Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri.

Perubahan juga terjadi pada Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) dengan penunjukan Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap sebagai Kadivpropam Polri.

Irjen Pol Roberto G.M. Pasaribu mendapat amanah sebagai Kadiv TIK Polri, sedangkan Irjen Pol Ahrie Sonta N. ditunjuk sebagai Kadivkum Polri.

Untuk Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani dipercaya sebagai Kadensus 88 Antiteror Polri.

Irjen Pol Arie Ardian Rishadi mendapat penugasan sebagai Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri, sementara Kombes Pol Didik Hariyanto ditunjuk sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan, mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi, kebutuhan kedinasan sekaligus pembinaan karier personel.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Johnny, setiap personel yang mendapatkan amanah jabatan baru diharapkan segera menyesuaikan diri, melanjutkan program dan pelaksanaan tugas yang telah berjalan serta meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain rotasi jabatan, telegram tersebut juga mencakup kenaikan tingkat kepangkatan terhadap 21 personel serta penyesuaian jenjang jabatan bagi sejumlah Pati dan Pamen Polri.

Rotasi besar tersebut menjadi salah satu kebijakan awal Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto setelah resmi memimpin Korps Bhayangkara. Pergeseran puluhan pejabat strategis itu sekaligus mengubah komposisi kepemimpinan di Mabes Polri dan 19 kepolisian daerah di Indonesia.

Reporter: Bhayu Indarto

Editor: Rijen Senario

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.