PEMALANG, analisapublik.id – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum mulai menerapkan uji coba Pilot Project Asbuton Murni berteknologi Warm Mix Asphalt (WMA) di Jalan Tol Pemalang–Batang sepanjang 1,5 kilometer guna mendukung pengembangan teknologi perkerasan jalan yang ramah lingkungan dan berbasis material lokal.
Dalam proyek percontohan tersebut, Asbuton Murni diterapkan menggunakan teknologi Warm Mix Asphalt (WMA). Pelaksanaan pilot project merupakan bagian dari pengembangan Green Road Technology sekaligus tindak lanjut kerja sama Kementerian Pekerjaan Umum dengan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea Selatan.
Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan material dan mix design, asistensi teknis pada proses produksi serta penghamparan, hingga monitoring dan evaluasi kinerja perkerasan setelah konstruksi selesai.
Pilot Project Asbuton Murni dengan teknologi WMA dilaksanakan pada dua seksi Jalan Tol Pemalang–Batang dengan penerapan WMA dan Hot Mix Asphalt (HMA) sebagai bagian dari evaluasi.
Pada Seksi 1, pekerjaan dilakukan di STA 313+600 hingga STA 314+600 Jalur A dengan panjang sekitar 1.000 meter. Sementara Seksi 2 berada di STA 317+900 hingga STA 318+400 Jalur A sepanjang 500 meter.
Dengan demikian, total panjang perkerasan yang menjadi lokasi proyek percontohan mencapai 1.500 meter atau 1,5 kilometer dengan lebar perkerasan sekitar 11,7 meter.
Pengujian tidak berhenti setelah proses penghamparan selesai. Kinerja dan ketahanan perkerasan Asbuton-WMA akan terus dipantau selama 12 bulan guna mengetahui performanya setelah digunakan dalam kondisi lalu lintas nyata.
Monitoring dilakukan melalui pengujian International Roughness Index (IRI) dan Falling Weight Deflectometer (FWD). Evaluasi dijadwalkan pada periode enam bulan, yakni Desember 2026, serta setelah 12 bulan pada Juni 2027.
Hasil pemantauan nantinya menjadi bahan evaluasi untuk melihat kinerja jangka panjang perkerasan Asbuton-WMA.
Melalui proyek ini, pemerintah berharap potensi pemanfaatan Asbuton sebagai material lokal dapat terus dikembangkan sekaligus mendukung penerapan teknologi perkerasan jalan yang efisien, berkualitas, dan lebih berkelanjutan di Indonesia.






