Nasional

Proyek Triliunan Rupiah Dongkrak Kebutuhan SDM Konstruksi, PT Utama Lestari Indonesia Dorong Sertifikasi BNSP

2439
×

Proyek Triliunan Rupiah Dongkrak Kebutuhan SDM Konstruksi, PT Utama Lestari Indonesia Dorong Sertifikasi BNSP

Sebarkan artikel ini

SURABAYA , Analisapublik.id — Geliat investasi dan pembangunan proyek berskala besar di Jawa Timur membuka kebutuhan semakin luas terhadap tenaga kerja konstruksi yang profesional, kompeten, dan memiliki sertifikasi. Peluang tersebut mendorong PT Utama Lestari Indonesia memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan dan sertifikasi asesor kompetensi.

PT Utama Lestari Indonesia menggandeng sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) konstruksi terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi (Askom) bidang jasa konstruksi, kelistrikan, dan K3 konstruksi.

Program tersebut menyasar perusahaan jasa konstruksi, asosiasi profesi, hingga perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur.

Dorongan peningkatan kompetensi tersebut dinilai penting seiring besarnya proyek investasi yang berkembang di Jawa Timur. Berdasarkan data yang dicantumkan PT Utama Lestari Indonesia, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara tahunan dengan nilai PDRB sekitar Rp888,44 triliun.

Investasi juga disebut tumbuh sekitar 7,50 persen, sejalan dengan pembangunan sejumlah proyek industri dan infrastruktur berskala besar.

Salah satunya proyek smelter tembaga PT Freeport Indonesia di kawasan KEK JIIPE Manyar, Gresik, dengan nilai investasi sekitar Rp58 triliun dan kapasitas pengolahan mencapai 1,7 juta ton konsentrat per tahun.

Proyek tersebut disebut berpotensi menyerap puluhan ribu tenaga kerja selama masa konstruksi.

Peluang kebutuhan tenaga profesional juga muncul dari pengembangan Blok Cepu di Bojonegoro. ExxonMobil disebut menyiapkan tiga proyek baru bernilai sekitar USD472,2 juta atau Rp7,15 triliun, disertai rencana investasi jangka panjang hingga miliaran dolar AS.

Selain itu, rencana pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura turut dinilai berpotensi membuka kebutuhan baru terhadap tenaga konstruksi, kelistrikan, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga manajemen proyek.

Melihat potensi tersebut, PT Utama Lestari Indonesia menilai perusahaan maupun institusi pendidikan perlu menyiapkan bukan hanya tenaga kerja bersertifikat, tetapi juga asesor kompetensi yang mampu menopang proses sertifikasi secara berkelanjutan.

“PT Utama Lestari Indonesia siap bekerja sama dengan perguruan tinggi manapun untuk menyiapkan mahasiswa menjadi tenaga ahli yang profesional, kompeten, dan tersertifikasi BNSP,” demikian komitmen perusahaan dalam program tersebut.

Bidik Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi menjadi salah satu sasaran utama karena Jawa Timur memiliki basis mahasiswa teknik yang besar, mulai dari Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Arsitektur, K3 hingga bidang lain yang berkaitan dengan industri konstruksi.

Sejumlah perguruan tinggi yang disebut sebagai mitra potensial antara lain Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi Nasional Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jember, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, UPN Veteran Jawa Timur, dan Universitas Hang Tuah.

Melalui kerja sama tersebut, sertifikasi diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Skema sertifikasi yang ditawarkan mencakup Teknik Sipil, Teknik Struktur, MEP, kelistrikan tegangan rendah dan menengah, K3 konstruksi, serta manajemen proyek.

Menurut PT Utama Lestari Indonesia, keberadaan asesor kompetensi internal juga dapat membantu perusahaan maupun institusi pendidikan membangun kapasitas penyelenggaraan uji kompetensi melalui jaringan Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Perusahaan menyebut telah memiliki pengalaman melaksanakan uji kompetensi di bidang konstruksi, kelistrikan, dan K3 melalui kerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah serta perguruan tinggi.

PT Utama Lestari Indonesia juga memiliki jaringan dengan sejumlah LSP konstruksi terakreditasi BNSP, termasuk LSP ATAKI Konstruksi Indonesia, serta jaringan TUK di Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

Pelatihan Digelar Oktober

Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Jasa Konstruksi, Kelistrikan, dan K3 dijadwalkan berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 di Surabaya.

Biaya pelatihan ditetapkan sebesar Rp6 juta per peserta. Peserta dipersyaratkan memiliki latar belakang S1 Teknik Sipil dan SKK aktif serta membawa laptop selama kegiatan.

Pendaftaran dibuka hingga 5 September 2026. Perusahaan, asosiasi, maupun perguruan tinggi diharapkan mengirim sedikitnya dua perwakilan untuk mengikuti program tersebut.

Melalui program ini, PT Utama Lestari Indonesia berharap semakin banyak asesor kompetensi dan tenaga profesional bersertifikat yang mampu memenuhi kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing sektor konstruksi Jawa Timur menuju Indonesia Emas 2045.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.