NIAS , analisapublik.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan darurat pada sejumlah titik longsor di ruas Jalan Nasional Gunungsitoli–Teluk Dalam–Lolowau, Pulau Nias, Sumatra Utara. Langkah awal tersebut dilakukan untuk menjaga ruas jalan tetap dapat dilalui sekaligus mempertahankan konektivitas masyarakat.
Penanganan diprioritaskan pada titik-titik yang terdampak longsor dan dinilai berisiko mengganggu arus kendaraan. Salah satu lokasi yang memerlukan penanganan menyeluruh berada di segmen Tetehosi–Lahusa.
Selain melakukan perbaikan awal, Kementerian PU menyiapkan penanganan permanen agar kerusakan serupa tidak terus berulang. Sebelum pekerjaan konstruksi dilaksanakan, tim teknis akan melakukan investigasi terhadap kondisi geologi, kestabilan lereng, sistem drainase, serta pergerakan air di bawah permukaan tanah.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemeriksaan mendalam diperlukan untuk mengetahui penyebab utama terjadinya longsor. Dengan demikian, metode penanganan yang dipilih tidak hanya memperbaiki bagian jalan yang rusak, tetapi juga menyelesaikan akar persoalan.
“Harapan saya penanganannya lebih komprehensif. Kita cek dulu lebih mendalam, baru kita tangani. Harus diketahui bagaimana kondisi resapan airnya sehingga solusi yang dibangun benar-benar menyelesaikan persoalan,” kata Dody.
Hasil investigasi teknis akan menjadi dasar penentuan metode penanganan permanen. Sejumlah opsi yang disiapkan meliputi pembangunan struktur penahan lereng, penguatan badan jalan, perbaikan drainase permukaan dan bawah permukaan, serta pengendalian aliran air.
Kementerian PU juga merencanakan pembangunan gorong-gorong tambahan pada lokasi yang membutuhkan. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk mengalirkan air secara terkendali dan mencegah air masuk ke lapisan tanah yang dapat mengurangi kestabilan lereng maupun badan jalan.
Penanganan sistem drainase menjadi perhatian karena aliran air permukaan dan bawah tanah diduga turut memengaruhi kondisi tanah di sekitar ruas jalan. Tanpa pengelolaan air yang memadai, perbaikan jalan berisiko kembali mengalami kerusakan saat curah hujan tinggi.
Dody menegaskan penanganan ruas jalan nasional di Pulau Nias harus mampu meningkatkan ketangguhan infrastruktur terhadap bencana hidrometeorologi. Karena itu, pekerjaan tidak cukup dilakukan dengan menutup atau menimbun titik longsor.
Kementerian PU akan memadukan penanganan darurat dengan solusi konstruksi jangka panjang. Perbaikan awal diarahkan untuk menjaga keamanan pengguna jalan dan memastikan mobilitas masyarakat tidak terputus selama proses kajian teknis berlangsung.
Ruas Gunungsitoli–Teluk Dalam–Lolowau merupakan jalur penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Pulau Nias. Kemantapan jalan tersebut dibutuhkan untuk mendukung pergerakan masyarakat, distribusi barang, pelayanan publik, serta aktivitas perekonomian setempat.
Melalui penanganan secara bertahap, Kementerian PU menargetkan fungsi jalan nasional dapat segera dipulihkan. Penanganan permanen selanjutnya diharapkan mampu memperkuat lereng dan badan jalan sehingga lebih tahan menghadapi hujan lebat serta pergerakan tanah.






