Banyuwangi – analisapublik.id | Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga terus memperkuat konektivitas wilayah dengan melaksanakan proyek pemeliharaan berkala pada ruas Jalan Genteng Kulon–Wonorejo di Kabupaten Banyuwangi. Proyek yang berada pada Link 35.043 tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kemantapan jalan provinsi yang berperan penting sebagai jalur penghubung Banyuwangi, Jember, dan kawasan selatan Pulau Jawa.
Pemeliharaan berkala dilakukan sepanjang 1,550 kilometer, mulai Km Surabaya 267+800 hingga Km Surabaya 269+350. Lingkup pekerjaan meliputi perkerasan bahu jalan serta pelapisan ulang aspal guna meningkatkan kualitas layanan jalan dan keselamatan pengguna.
Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Banyuwangi, Ir. Tutut Putro Triwicaksono, ST., MT., menjelaskan bahwa ruas Genteng Kulon–Wonorejo merupakan salah satu akses vital yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas warga di wilayah selatan Banyuwangi.
“Jalan Genteng Kulon–Wonorejo adalah salah satu akses penting yang menghubungkan pusat-pusat perekonomian dan mobilitas warga di selatan Banyuwangi. Kondisi jalan yang mantap menjadi syarat utama untuk kelancaran transportasi, distribusi hasil pertanian, dan konektivitas menuju Jember serta wilayah selatan Jawa,” ujarnya.
Proyek ini mulai dikerjakan pada 14 Juli 2025 dan ditargetkan selesai pada Desember 2025, dilanjutkan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Paket pekerjaan dikelola oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dwi Agus Winarto, ST, melalui UPT PJJ Banyuwangi dengan pelaksana pekerjaan CV Jatimas.
Nilai kontrak proyek mencapai Rp4,195 miliar yang bersumber dari DIPA/DPPA SKPD Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 dengan sistem kontrak harga satuan.
Menurut Tutut, pemeliharaan berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi jalan tetap mantap di tengah meningkatnya volume lalu lintas yang melintasi kawasan tersebut. Selain memperpanjang umur layanan jalan, proyek ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan jasa yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.
Dari sisi pengendalian mutu, seluruh material dan komposisi campuran yang digunakan dalam pekerjaan telah melalui pengujian laboratorium sebelum diaplikasikan di lapangan. Pengawasan juga dilakukan secara berlapis selama pelaksanaan pekerjaan.
“Sebelum pekerjaan dimulai, kami melakukan pengujian material dan desain campuran di laboratorium. Selama proses pekerjaan, tim pengawas lapangan dari UPT PJJ Banyuwangi melakukan pengawasan harian untuk memastikan setiap tahap sesuai standar,” jelasnya.
Selain itu, laboratorium milik Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur serta laboratorium independen turut dilibatkan untuk melakukan pengujian sampel benda uji guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Tutut juga mengapresiasi dukungan masyarakat Banyuwangi yang dinilai turut berkontribusi terhadap kelancaran pelaksanaan proyek. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak akan berhasil tanpa sinergi antara pemerintah, penyedia jasa, dan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi. Pemerintah daerah perlu mendukung melalui kebijakan dan penganggaran yang tepat, kontraktor wajib bekerja sesuai spesifikasi, dan masyarakat kami ajak ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun karena jalan adalah milik bersama,” tegasnya.
Hingga saat ini, progres pekerjaan dilaporkan berjalan baik bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Dukungan pemerintah daerah serta masyarakat setempat menjadi faktor penting yang mendorong percepatan pelaksanaan proyek di lapangan.
Melalui pemeliharaan berkala ruas Genteng Kulon–Wonorejo ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kondisi jalan provinsi di wilayah selatan Banyuwangi tetap terjaga dalam kondisi mantap sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan keselamatan berkendara, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Timur.
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan






