analisapublik.id | Kementerian Pekerjaan Umum melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Jawa Barat terus melakukan penanganan intensif terhadap ruas jalan yang terdampak longsor pada Jalur Bagbagan–Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Penanganan dilakukan dengan memperkuat struktur jalan yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah dan longsoran. Salah satu metode yang diterapkan adalah pemasangan tiang pancang hingga kedalaman 42 meter sebagai penguat pondasi bawah tanah.
Selain itu, pekerjaan juga memanfaatkan teknologi mortar busa (foam mortar) yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas tanah serta mencegah terjadinya amblesan kembali pada area yang terdampak.
Perbaikan tersebut merupakan bagian dari langkah Kementerian Pekerjaan Umum dalam menjaga konektivitas wilayah, khususnya pada jalur yang menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan selatan Sukabumi.
Menurut informasi yang disampaikan BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, penanganan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan agar kondisi jalan dapat kembali berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Jalur Bagbagan–Jampangkulon selama ini menjadi salah satu akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Kerusakan akibat longsor berpotensi mengganggu arus transportasi barang maupun pergerakan masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Melalui penguatan struktur jalan dengan teknologi konstruksi yang sesuai kondisi lapangan, pemerintah berharap keamanan berkendara dapat meningkat serta aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat terdampak dapat kembali berjalan normal.
Editor: Respati
Sumber: BBPJN Jawa Barat – DKI Jakarta






